Desakita.co – Menjelang natal dan tahun baru (Nataru), kebutuhan pangan tentu akan meningkat, salah satunya daging sapi.
Dinas Peternakan (Disnak) Jombang memastikan ketersediaan daging sapi masih aman hingga akhir tahun.
Kepala Disnak Jombang, Agus Susilo Sugioto, mengatakan, populasi sapi di Jombang tembus 62.409 ekor.
Kabupaten Jombang masih menjadi penyangga produksi daging di Jawa Timur. Artinya, wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) tidak menggerus populasi sapi dan produksi daging di Kabupaten Jombang.
’’Per Oktober 2024 ini populasi sapi di Jombang sebanyak 62.049 ekor,’’ kata Agus sembari menunjukkan data yang dimaksud.
Berdasarkan data itu, produksi daging segar di Jombang surplus. Bahkan Jombang mampu mengirim daging ke darah lain seperti Surabaya dan sekitarnya.
Hal itu berdampak positif pada harga komoditas tersebut.
Baca Juga: Tekan Inflasi Daerah, Dinas Peternakan Jombang Usung Program Si Diva Meraih Taliasih
Harga daging sapi di pasaran selalu stabil, yakni antara Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram.
Hanya saja, Agus tak bisa menjelaskan tentang kebutuhan daging di Jombang per bulan. Alasannya, data-data tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Ketahanan Pangan.
’’Jadi nanti tidak ada kenaikan harga yang signifikan menjelang Nataru karena ketersediaan daging masih sangat aman,’’ tegasnya.
Agus optimistis, Jombang masih menjadi penyangga yang kuat produksi daging di Jawa Timur.
Bukan hanya itu, hewan ternak lain juga menunjukkan populasi yang cukup signifikan. Di antaranya, sapi perah sebanyak 8.261 ekor.
Kemudian, kerbau 53 ekor, sedangkan kambing mencapai 61.172 ekor, serta domba 60.272 ekor.
’’Sekali lagi, produksi daging sapi, daging ayam, dan telur di Jombang selama ini surplus. Bahkan kami bisa mengirim ke daerah lain,’’ tegasnya.(yan/jif)












