Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Genukwatu, Kecamatan Ngoro kreatif menggerakkan perekomomian warga.
Salah satunya menghidupkan pasar rakyat yang dikemas dalam kegiatan Genukwatu Street Food untuk menampung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal selama Ramadan.
Kepala Desa Genukwatu Nana Febrianti menuturkan bahwa agenda ini telah memasuki tahun kedua.
”Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menggerakkan perekonomian lokal di desa kami, serta mewujudkan desa mandiri bersama UMKM yang kuat sebagai transformasi menuju Genukwatu hebat” terangnya.
Para pedagang hanya dikenakan iuran Rp 5.000 untuk menempati stan yang telah disediakan di sepanjang jalan timur balai Desa Genukwatu.
Seluruh pengelolaan dilakukan oleh jajaran pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muda Karya. Tujuannya untuk menambah pendapatan asli desa (PADes) serta melengkapi fasilitas bagi pedagang.
”Jadi iuran tersebut dikembalikan kepada para pedagang untuk kebersihan, listrik dan lain sebagainya,” tambah Nana.
Upaya Pemdes Genukwatu menggelar pasar rakyat dalam wujud Genukwatu Street Food merupakan bentuk komitmen dalam melayani masyarakat dengan mewadahi para pelaku usaha lokal untuk berjualan.
Genukwatu Street Food juga menjadi salah satu jujukan pusat keramaian bagi para pengunjung di wilayah Kecamatan Ngoro dan sekitarnya untuk berburu menu berbuka puasa.
Meskipun diprioritaskan bagi para pelaku usaha dari Desa Genukwatu, namun pemdes juga memperbolehkan pelaku usaha untuk berjualan agar saling melengkapi yang belum ada.
Baca Juga: Inovasi Kecamatan Ngoro Jombang: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Bidang Dukcapil
BUMDes Muda Karya juga menyediakan rombong yang dapat disewa untuk para pedagang yang belum memiliki rombong berjualan.
”Biayanya juga cukup terjangkau, yakni hanya Rp 5.000 per rombong,” ujar Irwan Hermanto selaku direktur BUMDes Muda Karya. (dwi/naz)












