Asal-Usul

Asal Usul Desa Genukwatu Jombang: Ada Genuk Batu Besar di Tengah Sawah, Kini Dibangunkan Pagar oleh Pemdes

×

Asal Usul Desa Genukwatu Jombang: Ada Genuk Batu Besar di Tengah Sawah, Kini Dibangunkan Pagar oleh Pemdes

Sebarkan artikel ini
SEJARAH DESA: Salah satu perangkat Desa Genukwatu menunjukkan lokasi genuk batu di tengah area persawahan yang menjadi asal mula sejarah penamaan desa. (Dwi Aris S/Radar Jombang)

DesaKita.co – Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang memiliki sejarah jika dilihat dari asal usulnya. Sejarah awal, nama desa berkaitan dengan keberadaan genuk batu berukuran besar yang ada di tengah area persawahan.

Penggabungan dua kata Genukwatu ini dari kata genuk (tempat air berbentuk tempayan besar) dan watu (batu). Jika digabung, tempat air dari batu. Kini, lokasi genukwatu menjadi punden di bawah pohon beringin.

Baca Juga:  Seragam Gratis untuk Siswa Baru di Jombang Bertambah, Ini Rinciannya

“Sudah dibangun tembok mengelilingi lokasi serta gerbang dan akses masuk,” ujar Nana Febrianti Kepala Desa Genukwatu.

Baca Juga: Asal Usul Desa Bawangan Kecamatan Ploso Jombang: Ada Tanaman Bawang Tumbuh Subur, Dijadikan Cikal Bakal Nama Desa

Ia menyebut, sejarah munculnya genuk berawal dari letusan Gunung Kelud masa silam. Pecahan batu tersebut secara alami terbentuk menjadi tempat penampungan air.

Baca Juga:  Desa Gemekan, Kecamatan Sooko Usulkan Situs Gemekan Sebagai Cagar Budaya

“Lantaran bentuknya menyerupai gentong air besar dari batu, maka warga sekitar menyebutnya dengan genukwatu,” tambahnya.

Sementara, gentong batu pertama yang menjadi cikal bakal nama desa tiba-tiba hilang misterius. Sebagai gantinya, sesepuh desa mengganti dengan gentong batu tiruan yang diletakkan di lokasi punden dan di depan kantor desa.

“Lokasi peletakan genuk batu di halaman depan kantor, juga diletakkan di bawah pohon beringin, agar tetap selaras dengan sejarah awalnya,” beber dia.

Baca Juga:  Asal-usul Sejarah Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung Jombang (1): Dulunya Hutan Belantara Angker, Dibabat Punggawa Kerajaan Majapahit

Masyarakat hingga sekarang masih kerap meletakkan sesaji serta berharap berkah dari sesepuh Desa Genukwatu. Baik di lokasi awal ditemukan genuk maupun di lokasi sekarang di depan kantor desa.

“Dua lokasi sejarah itu tetap lestari dan terawat hingga sekarang, berkat peran serta seluruh lapisan masyarakat dan sinergi dengan Pemdes,” pungkasnya. (dwi/bin/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *