DesaKita.co –Ikatan Alumni Teknik Lingkungan (IKA TL) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyerahkan bibit kopi dan bibit pelindung mata air kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Pringgodani dan LSM Wehasta di Desa Trawas, Sabtu (6/12).
Pemberian bibit ini sekaligus untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air di Desa Trawas.
Bibit tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan pengurus IKA TL ITS Surabaya, Husnul dan Hylda, kepada Kepala Desa Trawas, Wulyono, yang sekaligus menjabat ketua KTH Pringgodani, dengan didampingi Sekretaris KTH Kusmaji, dan Ketua LSM Wehasta Sisyantoko.
Secara simbolis, penyerahan bibit ini dilaksanakan di Alas Veenuz Trawas.
Meliputi, 1.000 bibit kopi dan 65 bibit pelindung mata air, gayam dan sukun, serta tabebuya.
Pemberian bibit ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan di hutan sekaligus menjaga salah satu sumber mata air di Desa Trawas.
”Bibit kopi yang kami berikan semoga bisa menjadi hutan di sini tetap lestari, serta memberikan manfaat lain untuk ekonomi kepada kelompok tani hutan di Desa Trawas ini,” ungkap perwakilan IKA TL ITS Surabaya, Hylda.
Adapun 65 bibit pelindung mata air ini berupa bibit gayam dan sukun.
Bibit yang diserahkan tersebut juga menandai 65 tahun Dies Natalis ITS Surabaya tahun 2025.
’’Semoga dapat menjaga kelestarian sumber mata air, utamanya untuk generasi masa depan. Karena pohon ini nantinya dapat menyimpan dan menjaga air,” imbuhnya.
Dari 65 bibit pelindung mata air tersebut, terdapat pula bibit tabebuya yang berfungsi untuk mempercantik lokasi sumber mata air.
Hal itu agar bisa dijadikan wahana edukasi kepada anak-anak dan usia dini untuk belajar mengenai pentingnya menjaga sumber air.
”Saya selaku ketua KTH dan perwaklian warga Desa Trawas mengucapkan terima kasih atas sumbangsih dan kepedulian dari Alumni Teknik Lingkungan ITS Surabaya di tempat kami. Karena menjadi tugas kita bersama untuk menjaga hutan dan menjaga sumber mata air untuk keberlanjutan lingkungan agar tetap lestari,’’ ujar Kepala Desa Trawas Wulyono.
Di sisi lain, bibit kopi yang akan ditanam di hutan Trawas tersebut nantinya juga akan berguna untuk kelestarian hutan. Sekaligus dapat memberikan nilai kebermanfaatan dari segi ekonomi.
”Bibit pelindung mata air akan kami tanam di embung mata air kami (Sumber Dali), untuk menjaga kelestarian sumber airnya,’’ tambah Ketua LSM Wehasta Sisyantoko.
Pentingnya menjaga kelestarian hutan dan sumber air yakni agar masyarakat tetap dapat menjaga siklus air, membantu pengendalian iklim serta mencegah bencana alam, terutama banjir dan longsor. (oce/ris)






