Lifestyle

Cerita Semani, Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Jombang Berhasil Tuntaskan S2 dari Beasiswa Ditjen Dikti

×

Cerita Semani, Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Jombang Berhasil Tuntaskan S2 dari Beasiswa Ditjen Dikti

Sebarkan artikel ini
Semani, SPd, MPd

Desakita.co – Wanita tangguh, begitu gambaran Semani, wakil kepala bidang Kesiswaan SMAN 1 Jombang. Baginya, pendidikan adalah hal yang sangat penting terutama untuk wanita.

”Di luar kodrat sebagai ibu dan istri, wanita harus berpendidikan untuk memperbanyak pengalaman dan pengetahuan,” kata Semani, guru bahasa Inggris yang saat ini diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah.

Setelah lulus SMA PGRI 2 Jombang, Semani melanjutkan pendidikan di Universitas Jember (Unej) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan lulus tahun 1997. Kemudian ia mengajar di STKIP Jombang dan di SMA PGRI 2 Jombang.

”Saat 2003 saya lolos sebagai guru bantu pusat dan ditugaskan di SMA PGRI 2 Jombang,” jelas wanita kelahiran 14 Juni 1973 ini.

Sembari mengajar, ia juga kuliah S2 mengambil konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra di Unesa melalui beasiswa Ditjen Dikti.

Baca Juga:  Bangun JUT dan TPJ di Sejumlah Dusun, Cara Pemdes Tembelang Jombang Tingkatkan Infrastruktur Desa

”Karena saat itu saya juga mengajar di STKIP PGRI Jombang, jadi dapat kesempatan dapat beasiswa,” jelas warga perum Firdaus Mansion G17 Desa Sengon, Kecamatan Jombang ini.

Perjalanannya pendidikan S2 terhitung berat. Saat itu ia sudah memiliki seorang anak, dan sedang mengandung anak kedua.

Senin, Selasa, dan Rabu harus mengajar, Kamis dan Jumat harus menempuh perjalanan pulang pergi Jombang-Surabaya untuk kuliah. ”Saya PP setiap kuliah, pagi ikut kereta pagi, pulangnya ikut kereta sore, Alhamdulillah lulus tepat waktu tanpa cuti,” jelasnya.

Motivasinya untuk kuliah adalah menurutnya sebagai wanita tidak cukup hanya berdiam diri di rumah, tapi juga menambah pengalaman dan pengetahuan melalui bangku kuliah.

Baca Juga:  Gratis Tiket Masuk! 5 Rekomendasi Tempat Healing Akhir Tahun di Jombang Murah Meriah, Nomor 3 Cocok Bersama Keluarga

Ia juga ingin mengangkat derajat orang tua melalui pendidikan yang diikutinya.

Pada 2006 setelah ia lulus kuliah, ia mencoba peruntungan dengan mengikuti CASN. Total 10 kali ia gagal hingga akhirnya dinyatakan lolos tahun 2008 dan ditugaskan di SMAN 1 Jombang.

Ia menjadi salah satu guru dengan jam terbang tinggi. Ia mendapatkan tugas mengajar 38 jam dalam seminggu.

Namun, itu dijalaninya dengan enjoy. ”Tapi sekarang sudah dikurangi jam mengajarnya tinggal 18 jam, karena sudah ada tugas tambahan sebagai wakil kepala, baru diangkat belum setahun,” jelasnya.

Saat ini tugas rumahnya semakin ringan. Sebab kedua anaknya sudah memiliki kesibukan masing-masing.

Baca Juga:  Inspiratif! Kepala Cabdindik Wilayah Jombang Ini Produktif Menulis Buku Bertema Sosial dan Pendidikan

Anak pertamanya Firstyan Fakhrudi, kini  sudah berdinas di Kementerian Perhubungan Darat di Jawa Tengah, dan anak keduanya Alfyan Cana Dwi Fakhrudi kini menjalani kuliah kedinasan di PTKJ Tegal via Jalur Pola Pembibitan.

Sedangkan suaminya, Aris Fakhrudi kini berdinas di Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia di Bandung.

”Karena suami pegawai PT KAI, sering dipindahtugaskan ke berbagai kota, dan alhamdulillah sangat mendukung karier saya,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya, Semani juga menyempatkan diri untuk berolahraga.

Salah satu olahraga yang digemarinya adalah gowes. Biasanya dilakukan Sabtu bersama keluarga, dan Minggu bersama komunitas yang diikutinya. Gowes dilakukan untuk menjaga stamina agar tetap fresh dalam menjalani aktivitas di hari kerja. (wen/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *