Lifestyle

Inspiratif! Kepala Cabdindik Wilayah Jombang Ini Produktif Menulis Buku Bertema Sosial dan Pendidikan

×

Inspiratif! Kepala Cabdindik Wilayah Jombang Ini Produktif Menulis Buku Bertema Sosial dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
AKRAB: Dr Eko Redjo Sunariyanto SPd MPd (berkacamata) bersama keluarga.

DesaKIta.co – Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr Eko Redjo Sunariyanto SPd MPd tetap merawat kebiasaan yang telah membentuk cara berpikir dan kepemimpinannya.

Yaitu membaca dan menulis. Baginya, jabatan administratif tidak boleh memutus relasi seorang pendidik dengan dunia gagasan dan refleksi.

Latar belakang keilmuan di bidang bahasa membuat Eko memiliki ketertarikan kuat pada bacaan-bacaan inspiratif, khususnya genre sosial dan humaniora. Ia juga gemar membaca filsafat, meski memilih aliran yang ringan dan membumi.

’’Filsafat yang tidak terlalu berat justru sangat bermanfaat untuk profesi saya,’’ ungkapnya.

Dari bacaan itulah ia menemukan banyak sudut pandang yang memperkaya cara memandang manusia, pendidikan, dan kebijakan.

Kecintaan pada literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Eko dikenal produktif menulis dan telah banyak mempublikasikan tulisannya di surat kabar.

Baca Juga:  Upaya Tarik Wisatawan, Disporapar Jombang Adakan Anjasmoro Fun Adventure Bike 2024

Ia juga memiliki sepuluh judul  buku dengan topik-topik menarik yang berangkat dari persoalan sosial dan pendidikan.

Selain itu, artikel-artikel reflektif kerap lahir dari kegelisahan intelektualnya sebagai pendidik.

Dalam waktu dekat, Eko bersiap meluncurkan buku terbarunya tentang humanisme santri di lingkungan pondok pesantren. Ketertarikannya pada tema tersebut berangkat dari kekhasan pendidikan pesantren yang terprogram selama 24 jam.

Ia melihat adanya keterlibatan banyak pihak dalam proses pendidikan di pondok. Keikhlasan orang tua, niat anak, serta ketulusan para pendidik dan pengasuh.

’’Endingnya, kita akan mengetahui pendidikan adalah tanggung jawab banyak orang, bukan hanya orang tua dan guru,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Jombang Wacanakan Lahan di Desa Denanyar Jadi Sekolah Rakyat

Untuk buku tersebut, Eko tidak sekadar menulis dari balik meja. Ia terjun langsung ke lapangan selama berbulan-bulan di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo.

Ia membaur dengan para guru, berinteraksi dengan kiai dan putra-putranya, serta mengamati keseharian santri.

Proses itu memberinya imajinasi yang utuh dan kedalaman perspektif, sehingga tulisan yang lahir tidak sekadar deskriptif, tetapi juga reflektif dan humanis.

Naskah buku tersebut kini telah rampung dan tinggal menunggu sentuhan akhir sebelum diluncurkan.

’’Tinggal finishing touch, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan memberikan manfaat untuk banyak orang,’’ ungkap ayah dua anak ini.

Soal waktu menulis, suami Suryaningrum Saidah ini memiliki disiplin personal. Malam sebelum tidur atau pagi hari saat pikiran masih segar menjadi waktu favoritnya.

Baca Juga:  Bupati Warsubi Tinjau Jalan Longsor di Desa Asemgede Jombang, Ini Rencana Perbaikannya

Akhir pekan ia optimalkan untuk menulis lebih serius. Ia menyadari dirinya bukan penulis yang cepat, tetapi ia menegaskan bahwa kehati-hatian adalah prinsip utama.

’’Saya bukan penulis cepat, tapi saya penulis yang sangat hati-hati,’’ tuturnya.

Inspirasinya sering datang di tengah aktivitas sehari-hari. Karena itu, ia selalu membawa catatan ke mana pun pergi.

Ide yang muncul di jalan, dari peristiwa kecil, atau dari interaksi sosial dianggapnya sebagai ide mahal yang tidak boleh hilang. Apa pun yang terlintas harus segera ditulis, meski hanya berupa kata kunci.

’’Kemanapun pergi saya selalu membaca catatan. Begitu muncul ide langsung saya catat agar tidak lupa. Baru diramu kembali saat menulis,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *