Desakita.co – Komitmen pelestarian budaya lokal dipegang teguh oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. Tradisi leluhur yang telah dilaksanakan secara turun-temurun tersebut terus dilakukan hingga saat ini. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dusun Krandegan, Sabtu (25/10).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini dikemas dalam nuansa religi, sosial, dan budaya. Kegiatan diawali dengan agenda tumpengan bersama warga, puncaknya ditutup dengan pagelaran wayang kulit.
Kepala Desa Kedungmlati Mariyati mengatakan, peringatan sedekah dusun sudah menjadi tradisi warga secara turun-temurun. Berbagai kegiatan bernuansa religi, sosial, dan budaya digelar sebagai bentuk rasa syukur. ”Kegiatan ini secara turun-temurun digelar warga sebagai wujud rasa syukur atas keberkahan serta keselamatan bagi desa kami,” katanya.
Sejak pagi, warga mengikuti khotmil Qur’an di masjid dan musala yang ada di wilayah desa. Kegiatan dilanjutkan dengan kenduri tumpeng dan doa bersama di depan rumah Kepala Dusun Krandegan. Sebagai penutup, digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diawali dengan penyerahan gunungan secara simbolis kepada Kades Mariyati. ”Rasa syukur dan apresiasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam mendukung berjalannya rangkaian acara, semoga kegiatan ini dapat terus lestari,” ujar Mariyati.
Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan aman, menjadi simbol kekompakan warga dalam menjaga tradisi dan memperkuat solidaritas. ”Peringatan ini bukan hanya bentuk rasa syukur warga desa, namun juga menjadi momentum mempererat sillaturahmi antarwarga serta menjaga warisan budaya yang telah ada secara turun-temurun dari para leluhur agar terus lestari,” pungkasnya. (dwi/naz)












