Pemerintahan

Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben Jombang Gelar Tumpengan dan Pagelaran Wayang Kulit Sambut Bulan Ruwah

×

Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben Jombang Gelar Tumpengan dan Pagelaran Wayang Kulit Sambut Bulan Ruwah

Sebarkan artikel ini
URI-URI BUDAYA: Kepala Desa Kedungmlati Mariyati didampingi Kepala Dusun Krandegan Fendi Setiawan saat menerima gunungan wayang secara simbolis sebagai tanda dibukanya pagelaran wayang kulit, Sabtu (7/2) malam.

Desakita.co – Komitmen pelestarian budaya lokal dipegang teguh oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. Tradisi leluhur yang telah dilaksanakan secara turun-temurun tersebut terus dilakukan hingga saat ini. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dusun Krandegan, Sabtu (25/10).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini dikemas dalam nuansa religi, sosial, dan budaya. Kegiatan diawali dengan agenda tumpengan bersama warga, puncaknya ditutup dengan pagelaran wayang kulit.

Baca Juga:  Miliki Sensasi Pedas Sedap, Olahan Sambel Petai Bikinan Warga Desa Panglungan Jombang Wajib Dicoba

Kepala Desa Kedungmlati Mariyati mengatakan, peringatan sedekah dusun sudah menjadi tradisi warga secara turun-temurun. Berbagai kegiatan bernuansa religi, sosial, dan budaya digelar sebagai bentuk rasa syukur. ”Kegiatan ini secara turun-temurun digelar warga sebagai wujud rasa syukur atas keberkahan serta keselamatan bagi desa kami,” katanya.

Sejak pagi, warga mengikuti khotmil Qur’an di masjid dan musala yang ada di wilayah desa. Kegiatan dilanjutkan dengan kenduri tumpeng dan doa bersama di depan rumah Kepala Dusun Krandegan. Sebagai penutup, digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diawali dengan penyerahan gunungan secara simbolis kepada Kades Mariyati. ”Rasa syukur dan apresiasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam mendukung berjalannya rangkaian acara, semoga kegiatan ini dapat terus lestari,” ujar Mariyati.

Baca Juga:  Inovatif! Desa Mangunan, Kabuh Jombang Siapkan Lahan Kosong Jadi Tempat Pariwisata

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan aman, menjadi simbol kekompakan warga dalam menjaga tradisi dan memperkuat solidaritas. ”Peringatan ini bukan hanya bentuk rasa syukur warga desa, namun juga menjadi momentum mempererat sillaturahmi antarwarga serta menjaga warisan budaya yang telah ada secara turun-temurun dari para leluhur agar terus lestari,” pungkasnya. (dwi/naz)

Baca Juga:  39 ASN Bolos Kerja Saat Hari Pertama Masuk, Begini Tanggapan Pj Bupati Jombang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *