Pemerintahan

Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang Jombang Tuntaskan Pembangunan Saluran Drainase Tertutup

×

Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang Jombang Tuntaskan Pembangunan Saluran Drainase Tertutup

Sebarkan artikel ini
KOKOH DAN RAPI: Sekretaris Desa Rejosopinggir Rakhmat Eko Cahyono (batik coklat) dan anggota TPK Desa Rejosopinggir Dedy Kuswanto menunjukkan lokasi pembangunan saluran drainase tertutup di wilayah Dusun Jatimenok

 

 

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang tahun ini menuntaskan pembangunan saluran drainase tertutup sepanjang 278 meter di Dusun Jatimenok. Pembangunan drainase diharapkan bisa mencegah potensi genangan air di permukiman. Selain mengubah wajah lingkungan jadi lebih rapi dan elok.

”Saat ini pembangunan sudah rampung dan manfaatnya sudah dirasakan warga,” terang Kepala Desa Yoyok Supriyanto.

Yoyok menambahkan, anggaran kegiatan pembangunan bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 sebesar Rp 50.740.000. ”Pembangunan dilaksanakan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Sebab, selama ini ketika musim hujan tiba, aliran air kurang lancar,” terangnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Warga Desa Sambirejo Jombang Ini Punya Tradisi Anjangsana Kebun

Seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara swakelola oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa Rejosopinggir. Hal ini dilakukan sebagai wujud pemberdayaan warga lokal serta wujud transparansi anggaran kepada masyarakat. ”Pembangunan yang dilaksanakan oleh warga lokal juga merupakan wujud kebersamaan serta mempererat kerukunan antarwarga setempat,” tandas Yoyok.

Baca Juga:  Cerita Inspiratif Nida, Arek Pulorejo Tembelang Jombang Kini Sukses Jadi Manajer Hotel di Negara Kincir Angin

Pemdes Rejosopinggir dalam satu paket pembangunan turut merehab saluran drainase sepanjang 50 meter. ”Untuk ke depannya kami juga berencana melakukan pembangunan serupa di sisi jalan yang lain sesuai dengan keinginan warga setempat,” tambahnya.

Pertimbangan utama karena lokasi jalan di sepanjang Dusun Jatimenok tersebut tergolong sempit namun mobilitas warga cukup padat. ”Jika saluran drainase di kedua sisi jalan dalam kondisi tertutup, maka dapat mempermudah jika ada mobil yang berpapasan agar lalu lintas lancar,” terangnya.

Baca Juga:  Desa di Mojokerto Ini Kembangkan Wisata Sungai Ngotok dan Budi Daya Ikan Keramba Jaring Apung

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, pembangunan drainase sekaligus bertujuan mengamankan jalan dari ancaman kerusakan akibat genangan air. ”Air yang menggenang berpotensi merusak jalan serta mengancam kesehatan karena dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak, terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan,” tegasnya. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *