PemerintahanRegulasi

Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal Pembangunan Sumur JIAT Pangkas Beban Petani hingga 80 Persen

×

Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal Pembangunan Sumur JIAT Pangkas Beban Petani hingga 80 Persen

Sebarkan artikel ini
BERI MANFAAT: Infrastruktur sumur JIAT yang dibangun Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum di Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Desakita.co – Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, menjadi sasaran pembangunan sumur bor jaringan irigasi air tanah (JIAT) dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Keberadaan infrastruktur irigasi itu menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan pasokan air sekaligus upaya memangkas beban biaya operasional pertanian.

Sumur JIAT dilengkapi bangunan rumah pompa dan instalasi pipa yang menyalurkan air ke lahan pertanian warga.

Baca Juga:  Dibangunkan JUT, Akses Pertanian di Desa Keplaksari Jombang Ini Tak Lagi Becek Saat Hujan

Jaringan irigasi dengan memanfaatkan air tanah ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan pertanian di dua dusun, Sumengko dan Sukosari.

”Bantuan ini sangat berarti karena petani tidak lagi kesulitan air,” kata Kepala Dusun Sumengko Julianto, kemarin (7/4).

Menurutnya, pembangunan sumur bor sudah lama dinanti warga.

Selama ini petani hanya bisa mengandalkan pasokan air dari sumur bor yang dangkal.

Baca Juga:  Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal Pelayanan Adminduk di Balai Desa Makin Diminati Warga

Selain debit airnya terbatas, biaya operasional yang harus dikeluarkan juga lumayan tinggi, yakni mencapai Rp 500 ribu per hari.

”Dengan sumur bor JIAT yang lebih dalam ini biayanya hanya sekitar Rp 70 ribu karena sekarang pakai listrik, jadi tidak susah lagi mencari dan pikul-pikul solar,” tuturnya.

Bagi Julianto dan para petani di Desa Kedunguneng, pembangunan sumur bor JIAT bisa memangkas hingga 80 persen biaya produksi yang ditanggung dalam sekali musim tanam.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Nama Kepala Desa di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Terbaru Tahun 2024

Selain tentunya lebih efisien, fasilitas irigasi ini juga menjamin ketersediaan air di tengah musim kemarau yang sebentar lagi datang.

”Ini penantian sudah lama, bahkan sampai 30 tahun. Jadi ini sangat membantu dan meringankan beban petani,” tandasnya. (adi/ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *