Desakita.co – Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, menuai hasil positif setelah menjadi pilot project Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) setahun lalu. Program tersebut terbukti meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan (adminduk) langsung di tingkat desa.
Berdasarkan surat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mojokerto tertanggal 16 Mei 2025 Nomor 470/1395/416-111/2025, pelayanan adminduk di Desa Ngrowo dinilai berjalan lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat.
’’Dengan digulirkannya program GISA tempo lalu di Desa Ngrowo, sekarang masyarakat lebih memilih datang ke balai desa daripada harus ke dispendukcapil,’’ ujar Kasi Pemerintahan Desa Ngrowo Fakhrul Nasrulloh, kemarin (6/1).
Fakhrul menegaskan, seluruh proses pengurusan adminduk di desa tetap mengikuti prosedur resmi yang sama seperti di dispendukcapil. Misalnya, dalam kasus kehilangan KTP, warga tetap diwajibkan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
’’Semua prosedurnya sama. Kalau kehilangan KTP tetap harus ada laporan polisi,’’ jelasnya.
Menurut Fakhrul, kehadiran layanan adminduk di desa sangat membantu masyarakat, terutama dalam penghematan waktu dan biaya. Warga tidak lagi harus bolak-balik ke kantor dispendukcapil.
’’Kalau pengurusan bisa dilakukan di desa, warga bisa mengirit biaya transportasi dan waktu,’’ tandasnya.
Ia menambahkan, pengurusan adminduk melalui aplikasi Pelaku Paradewi kini semakin dikenal masyarakat. Rata-rata setiap bulan sekitar 30 warga memanfaatkan layanan adminduk di Desa Ngrowo. ’’Sekarang banyak warga sudah tahu kalau pengurusan adminduk bisa melalui desa,’’ ungkap Fakhrul.
Manfaat layanan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Aida Musfita, 33, mengaku sangat terbantu dengan pelayanan adminduk di desanya. Saat ditemui di Balai Desa Ngrowo, kemarin (6/1), ia tengah mengurus pencetakan kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran anaknya yang baru lahir. ’’Sekarang mengurus adminduk jauh lebih mudah. Dulu harus datang ke kantor dispendukcapil di Mojokerto, sekarang cukup ke desa,’’ kata perempuan berprofesi sebagai guru ini.
Aida menilai pelayanan di desa lebih cepat dan tidak terlalu antre. Ia berharap layanan tersebut dapat terus berjalan secara konsisten. ’’Semoga pelayanan ini bisa terus dipertahankan dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat, khususnya warga Desa Ngrowo,’’ pungkasnya. (dik/fen)












