Lifestyle

Unik, Kisah Lansia di Kelurahan Jombatan Jombang Setia Gunakan Sempoa Warisan Keluarga

×

Unik, Kisah Lansia di Kelurahan Jombatan Jombang Setia Gunakan Sempoa Warisan Keluarga

Sebarkan artikel ini
. Haliyadi, 84, dan istrinya Ernawati, 74, warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang, tetap mengandalkan sempoa warisan keluarga. (M Nasikhuddin/Radar Jombang)

DesaKita.co – Di tengah derasnya arus modernisasi, sepasang suami istri lanjut usia di Jombang masih setia menggunakan sempoa sebagai alat hitung utama.

Haliyadi, 84, dan istrinya Ernawati, 74, warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang, tetap mengandalkan sempoa warisan keluarga untuk menjalankan usaha toko sembako mereka.

Siang itu, hujan mengguyur Jalan KH Hasyim Asy’ari. Di tengah ramainya lalu lintas, toko sembako milik pasangan lansia ini tetap melayani pelanggan. Jari-jemari Ernawati tampak lincah menggeser manik-manik sempoa saat menghitung belanjaan.

Baca Juga:  Cerita Warga Kepanjen Jombang yang Kini Bekerja di Perusahaan Suplier Airbus di Jerman

”Ini sempoa sudah berumur seabad lebih, peninggalan orang tua saya dari kakek nenek dulu,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ernawati mengaku sejak remaja sudah akrab dengan sempoa klasik tersebut. ”Tahun 90-an, masih dipakai Ayah saya,” kenangnya.

Meski kalkulator kini lebih praktis, pasangan lansia ini merasa sempoa lebih nyaman digunakan.

”Itung-itung juga melestarikan tradisi, sebab orang sekarang lebih suka menggunakan kalkulator,” ujarnya.

Menurut Ernawati, sempoa tidak kalah dengan kalkulator. ”Sama, sempoa juga bisa digunakan untuk menjumlah, perkalian, pembagian. Penjumlahan mulai ribuan sampai miliaran atau berapa pun bisa,” bebernya.

Baca Juga:  Kunjungi Panti Asuhan di Desa Jatigedong Ploso, PT CJI Jombang Beri Santunan Anak Yatim

Selain itu, penggunaan sempoa disebutnya bermanfaat bagi kesehatan otak.

”Beda, kalau menggunakan kalkulator orang sudah tidak perlu mikir. Kalau pakai sempoa otak kita diajak mikir, jadi orang tidak mudah pikun,” jelasnya.

Meski sebagian manik-manik sempoa warisan itu sudah lepas, Ernawati tetap mempertahankannya. Ia bahkan memesan sempoa baru dari perajin, meski menurutnya kualitasnya tidak sebaik yang lama.

Baca Juga:  Perjuangan Salamun, Jukir Asal Desa Kebontemu Jombang Berangkat Haji dari Menabung Sejak 2005

”Masih enakan sempoa yang lama ini,” katanya. Keterampilan sempoa pun ia tularkan kepada anak-anaknya.

Meski sebagian manik-maniknya ada yang sudah lepas, ia tetap mempertahankan sempoa warisan keluarganya. Ia bahkan memesan sempoa lagi dari salah satu perajin.

”Yang baru ini pemakaiannya tidak seperti yang lama, masih enakan sempoa yang lama ini,” bebernya. Ia juga sedia kalkulator. Sesekali ia gunakan. Keterampilan sempoa juga ia tularkan kepada anak-anaknya. (naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *