Desakita.co – Banyaknya warga yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) beberapa waktu lalu direspons cepat Pemerintah Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno. Salah satunya menggiatkan fogging untuk menekan persebaran kasus DBD terus meluas.
Kegiatan fogging dilakukan di rumah-rumah warga di empat dusun. Masing-masing Dusun Jabaran, Dusun Gerbo, Dusun Sumberwinong, dan Dusun sumberbendo. Selain itu juga lingkungan sekitar yang diduga jadi tempat sarang nyamuk.
”Kegiatan fogging merupakan bentuk respons cepat mencegah persebaran kasus agar tidak semakin meluas sekaligus wujud tanggung jawab jajaran pemdes selaku pelayan masyarakat,” ujar Kepala Desa Kedungpari Suyono.
Baca Juga: Dianggarkan Lewat APBDes, Desa di Jombang Ini Tanggung Biaya Berobat Warga Tak Mampu
Sekitar 1.400 rumah warga dilakukan fogging secara menyeluruh. Penyemprotan tidak hanya dilakukan terhadap rumah warga namun juga mencakup area kebun, selokan hingga lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangan nyamuk.
Jajaran perangkat desa juga memberikan informasi terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menguras, menutup dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (3M) plus terhadap warga masyarakat setempat. Kegiatan fogging dilakukan dengan tujuan untuk membunuh nyamuk dewasa serta meredam kekhawatiran masyarakat akan kasus DBD yang muncul di wilayah Desa Kedungpari. Suyono berharap dengan kegiatan tersebut, kasus penderita DBD tidak bertambah lagi serta warga rutin menerapkan PSN 3M Plus.
Baca Juga: Tindaklanjuti Isu Kades Terlibat Politik, Pj Bupati Kumpulkan Seluruh Kades di Jombang
Pemdes Kedungpari juga menjadi salah satu tuan rumah kegiatan jemput bola pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) berkolaborasi dengan forkopimcam dan Puskesmas Mojowarno pada Selasa (15/4) lalu. ”Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Pemkab Jombang sebagai bentuk jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat guna mewujudkan pembangunan SDM yang berkualitas,” pungkas Suyono. (dwi/naz)











