Pemerintahan

Kreatif, Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo Jombang Dukung Ketahanan Pangan lewat Brigade Pangan

×

Kreatif, Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo Jombang Dukung Ketahanan Pangan lewat Brigade Pangan

Sebarkan artikel ini
SINERGI: Kepala Desa Kedungturi Sugito saat memimpin musyawarah bersama Disperta Jombang di kantor Desa Kedungturi.

 

Desakita.co – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungturi, Kecamatan Gudo. Terbaru, mereka bersinergi dengan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang dalam membentuk Brigade Pangan yang beranggotakan petani muda atau petani milenial.

Brigade Pangan adalah salah satu program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan). Bentuknya berupa kelembagaan usaha pertanian yang bertujuan menjadi  wadah  bagi  petani  muda  untuk  bersinergi  dalam  pengelolaan  usaha  tani.

Kepala Desa Kedungturi Sugito mengatakan dengan  adanya  kelembagaan  petani  milenial,  diharapkan  dapat  menjadi  instrumen  strategis  dalam mendorong keberhasilan program Swasembada Pangan. ”Brigade Pangan menjadi sebuah gerakan kolaboratif yang menghidupkan kembali lahan-lahan tidur dan menumbuhkan semangat gotong royong sebagai pilar ketahanan nasional,” tuturnya.

Baca Juga:  Genjot Produktivitas Pertanian, Pemdes Kedungturi Gudo Jombang Bangun JUT untuk Petani

Untuk menjalankan program tersebut, Pemdes Kedungturi melalui BUMDes Jaya Mulya Desa Kedungturi bermitra langsung dengan para petani. ”Alokasi program ketahan pangan dari anggaran Dana Desa (DD) tahun ini telah kami mitrakan dengan petani penggarap sawah terkait modal awal olah tanah, bibit dan lainnya hingga panen,” terang Sugito.

Baca Juga:  Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo Menjaga Ketahanan Pangan melalui Ternak Ayam Petelur

Seluruh pendanaan kegiatan melalui mekanisme sistem pengembalian modal saat panen. Namun, sistem tersebut belum berjalan maksimal karena luasnya lahan pertanian di wilayah Desa Kedungturi. ”Luasan lahan pangan di wilayah pertanian desa kami memiliki luas total sekitar 147 hektare dengan 120 hektare digunakan untuk tanam padi dan jagung, sedangkan untuk saat ini anggaran kami hanya dapat mencakup hanya sejumlah 14 hektare saja,” terangnya.

Baca Juga:  Komitmen Wujudkan Jatim Lumbung Pangan Nasional, Gubernur Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya

Harapannya, program ini bisa menggenjot produktivitas pertanian. ”Kami berharap kolaborasi dalam menjalankan program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, dengan tujuan utama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mewujudkan swasembada pangan dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian,” pungkas Sugito. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *