Desakita.co — Puskesmas Cukir Kecamatan Diwek meraih dua penghargaan sekaligus pada upacara peringatan HUT ke-54 Korpri, HUT ke-80 PGRI, Hari Guru Nasional, dan Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025 di Lapangan Pemkab Jombang, Senin (1/12).
Penghargaan pertama, sebagai juara 1 Lomba Puskesmas Berprestasi 2025 dalam penyelenggaraan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Penghargaan kedua, diraih Puskesmas Pembantu (Pustu) Ceweng yang merupakan UPT Puskesmas Cukir sebagai juara 2 Lomba Puskesmas Pembantu Berprestasi dalam penyelenggaraan Integrasi Layanan Primer (ILP) 2025.
’’Untuk yang Puskesmas Berprestasi, kami juga meraih predikat yang sama pada 2024,’’ kata Kepala Puskesmas Cukir, dr Rokhmah Maulidina MKes.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pegawai, dukungan masyarakat, serta sinergi lintas sektor.
’’Prestasi ini bisa tercapai karena dukungan semua pegawai Puskesmas Cukir. Semua kelompok sasaran usia mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Kami membagi tugas, membentuk tim, dan seluruh karyawan wajib melakukan entri data sehingga target Kemenkes bisa terpenuhi,’’ ungkapnya.
Puskesmas Cukir menargetkan 36 persen atau 24.800 penduduk mengikuti layanan PKG. Dengan cakupan wilayah 11 desa, total penduduk 69 ribu, serta 100 sekolah mulai RA/TK hingga SMA/SMK/MA, berbagai strategi dilakukan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan.
Pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah desa, Forkopimcam, camat, Kapolsek, Danramil, serta semua sekolah. Sosialisasi dilakukan langsung kepada masyarakat, melalui kegiatan UKM, penyuluhan, maupun media sosial. ’’Guru-guru perwakilan seluruh sekolah juga kami undang untuk koordinasi PKG,’’ jelasnya.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di puskesmas. Tetapi juga jemput bola melalui layanan keliling. Seperti kegiatan di masjid setelah salat Jumat, dan kunjungan ke sekolah-sekolah.
’’Pemeriksaan diberikan kepada semua kelompok usia. Mulai bayi baru lahir, balita, usia sekolah, remaja, dewasa, lansia, hingga ibu hamil. Pemeriksaannya disesuaikan dengan siklus hidup masing-masing,’’ imbuhnya.
Pustu Ceweng yang menjadi lokus pilot project ILP Kabupaten Jombang berhasil meraih juara 2 Puskesmas Pembantu Berprestasi. ILP menekankan layanan kesehatan yang terintegrasi dari tingkat individu, keluarga, hingga masyarakat melalui posyandu, pustu, dan puskesmas.
’’Dengan ILP, kami dapat memantau status kesehatan masyarakat. Baik yang sudah sakit maupun yang belum sakit. Termasuk pencegahan dan penanganan faktor risiko agar tidak berakibat fatal,’’ terangnya. Dua pustu, yaitu Pustu Bandung dan Pustu Ceweng, telah menerapkan ILP. Namun, penilaian hanya diberikan kepada Pustu Ceweng karena menjadi lokasi percontohan kabupaten.
’’Terima kasih kepada petugas pustu, masyarakat Desa Ceweng, kader, dan perangkat desa. Tanpa dukungan masyarakat, prestasi ini tidak bisa diraih. Bukan hanya penghargaan yang penting, tetapi kebermanfaatan program kesehatan bagi masyarakat,’’ ungkapnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pegawai Puskesmas Cukir dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. ’’Kami berharap, Puskesmas Cukir bersama masyarakat dapat terus menciptakan lingkungan yang sehat. Khususnya di wilayah kerja kami dan Kabupaten Jombang pada umumnya, menuju Jombang Maju dan Sejahtera,’’ tegasnya. (wen/jif)












