Pendidikan

Naik Bus Bareng, Cara Santri Tebuireng di Desa Cukir Jombang Mudik ke Kampung Halaman

×

Naik Bus Bareng, Cara Santri Tebuireng di Desa Cukir Jombang Mudik ke Kampung Halaman

Sebarkan artikel ini
SIAP MUDIK: Ribuan santri Ponpes Tebuireng bersiap mudik ke kampung halaman, kemarin (30/3).

Desakita.co – Libur lebaran Idul Fitri dimanfaatkan santri yang mondok di Jombang untuk pulang kampung.

Seperti terpantau di Pondok Pesantren Tebuireng, Sabtu (30/3) pagi, ribuan santri mudik bareng dengan menggunakan armada bus yang disediakan pihak pondok.

Pantauan di lokasi, tampak puluhan bus berjajar rapi di area parkir Kawasan Makam Gus Dur (KMGD) sejak pukul 05.30.

Ribuan santri dari berbagai ribat kemudian menaiki bus lengkap dengan tas koper yang berisi barang bawaan.

Sebelum diberangkatkan, para santri sibuk berswafoto dengan teman sejawat untuk mengabadikan momen. Termasuk menyiapkan bekal untuk buka puasa, hingga pamit ke pengurus pondok.

Baca Juga:  Selamat, 3 Siswa MIN 1 Jombang Juarai Guk Yuk Cilik Jombang

Siti Nur Nabila,16, salah satu santri asal Tuban mengaku senang bisa mudik bareng kali kedua ini.

Menurutnya, mudik bareng lebih berkesan dan aman dibandingkan dengan mudik sendiri. “Ini ikut mudik bersama santri Tebuireng, pulang lebaran. Ikut mudik bareng lebih seru dan banyak temannya. Pokoknya seru bisa bareng-bareng dan lebih dekat dengan teman-teman,” ujarnya.

Siti mengaku lebih nyaman dibandingkan dengan mudik sendiri yang harus naik angkutam umum.

”Kan saya baru dua tahun mondok. Semoga nanti pulangnya selamat, lancar dan bisa bermanfaat,” harapnya.

Ditemui terpisah, KH Irfan Yusuf (Gus Irfan) pengawas Ponpes Tebuireng menyampaikan, ada 4.000-an santri yang mengikuti mudik bareng lebaran tahun ini.

Baca Juga:  Libur Lebaran Usai, Dinas P dan K Jombang Tegaskan Tak Ada Halal Bihalal, Sekolah Langsung Fullday

Para santri difasilitasi puluhan armada bus sesuai daerah kabupaten/kota masing-masing. “Ini kita baru selesai melepas para santri yang pulang kampung bersama-sama.

Sengaja kita samakan supaya terkoordinir, orang tua juga bisa tenang. Kita tahu kalau menjelang lebaran transportasi umum agak susah,” ujarnya.

Pihaknya memastikan, setiap armada bus yang mengantar santri mudik ini didampingi sejumlah pengurus pondok.

Para santri akan diturunkan di lokasi transit yang sudah ditentukan dan dikabarkan ke para wali santri.

“Ada beberapa titik, jadi sudah ada pengurusnya di setiap bus dan nanti orang tua santri bisa menjemput di lokasi transit yang sudah kita tentukan. Paling jauh ada dari Sumatra. Mereka akan kembali ke pondok pada 21 April mendatang,” tegas Gur Irfan.

Baca Juga:  Bangun Kantor Lebih Memadai, Cara Pemdes Peterongan Jombang Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berbeda pondok, beda pula kebijakannya. Di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, santri sudah mulai pulang sejak Jumat (29/3) hingga Minggu (31/3) hari ini.

”Kita jadwalkan tiga hari sesuai jenjang pendidikannya,’’ ujar Dr H M Zulfikar Asad (Gus Ufik) Koordinator Penelitian dan Pengembangan Sarpras MPPDU.

Dijelaskan, setiap santri wajib dijemput orang tua sendiri. Baik santri dari luar kota maupun dari Jombang sendiri.

”Untuk kepulangan wajib dijemput orang tua,’’ pungkasnya. (ang/bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *