JOMBANG – Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Jombang berlangsung lancar dan tertib di Aula Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Rabu (3/12). Tema Musda kali ini,’’Bersinergi Mewujudkan Sumber Daya Manusia Berkualitas, Profesional, Religius, dan Berbudi Pekerti Luhur sebagai Pilar Menuju Jombang Istimewa.” Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi pada periode mendatang.
Dihadiri Ketua DPW LDII Jawa Timur, Ir H Moch Amrodji Konawi. Ketua DPD LDII Jombang, Drs Widodo MSi MPd. Jajaran Forkopimda, para tokoh agama, Ketua FKUB Jombang, Munif Kusnan. Serta Bupati Jombang Warsubi yang diwakili Kepala Bakesbangpol, Budi Winarno.
’’Musda ini sebagai bentuk legitimasi organisasi. Yang memiliki suara adalah perwakilan PC dari masing-masing kecamatan. Alhamdulillah kegiatan berjalan baik. Kami berharap menghasilkan keputusan yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan Jombang istimewa,’’ kata Ketua Panitia Musda, Toto Raharjo.
Pelaksanaan Musda berjalan sesuai mekanisme organisasi. Total peserta mencapai 370 orang. Sementara yang memiliki hak suara berjumlah 50 orang. Mereka merupakan perwakilan dari 19 pengurus cabang (PC) LDII yang tersebar di 19 dari total 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.
Usulan calon ketua dan pengurus periode berikutnya akan dimunculkan dalam sesi pandangan umum. Agar lebih efektif, peserta dibagi menjadi empat zona. Zona Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Tiap zona diwakili satu juru bicara.
Sidang komisi menjadi titik penting dalam Musda. Komisi A membahas laporan pertanggungjawaban DPD LDII periode 2020–2025. Komisi B merumuskan program umum lima tahun ke depan. Komisi C menyusun rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten Jombang. ’’Rambu-rambu sudah kami siapkan, termasuk penyesuaian dengan dinamika sosial saat ini,’’ imbuhnya.
Toto juga membacakan sebuah puisi spontan sebagai bentuk solidaritas untuk korban banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Selain itu, doa bersama untuk para korban disampikan KH M Haris Munawir (Gus Haris) saat memimpin doa.
SEMENTARA ITU, dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan LDII. Serta penyampaian nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat sekitar.
Ia menegaskan, LDII harus senantiasa bersinergi dengan pemerintah. ’’Program kerja tidak boleh bertolak belakang atau menjadi oposisi. LDII tidak memiliki DNA oposisi, namun tetap memberikan masukan dan saran,’’ tegasnya.
Amrodji juga mengingatkan agar kepengurusan 2025–2030 nantinya mampu menjalankan tiga fungsi kepemimpinan: Pelayanan, perlindungan, dan pengembangan.
’’Pemimpin itu pelayan. Harus melindungi dan mengembangkan organisasi, termasuk bersinergi dengan ormas Islam lainnya,’’ pesannya.
Sementara itu, mewakili Bupati Jombang, Kepala Kesbangpol, Budi Winarno, menyampaikan apresiasi Pemkab atas kontribusi LDII selama ini. Ia menyatakan, Musda merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja sebelumnya dan menyusun kebijakan organisasi sesuai visi-misi. Serta selaras dengan program pemerintah daerah.
’’Keberadaan LDII sangat dibutuhkan. LDII telah menunjukkan eksistensinya dalam membina warga dan menjadi mitra pemerintah daerah bersama ormas Islam lainnya. Semoga Musda kali ini melahirkan kepemimpinan terbaik dan berdampak nyata bagi masyarakat Jombang,’’ ungkapnya.
Musda ke-10 DPD LDII Jombang diharapkan menghasilkan keputusan penting terkait kepengurusan baru, arah kebijakan organisasi, dan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dan pembangunan sosial-keagamaan di Kabupaten Jombang. (ang/jif)






