PemerintahanPotensiWisata

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Perkuat Identitas Budaya lewat Dokumentasi Cerita Pahlawan Lokal

×

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Perkuat Identitas Budaya lewat Dokumentasi Cerita Pahlawan Lokal

Sebarkan artikel ini
LESTARIKAN SEJARAH: Kegiatan sosialisasi dan pendampingan penulisan cerita lisan pahlawan di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Kamis (27/11).

DesaKita.co – Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan menjadi lokasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi dan pendampingan penulisan cerita lisan pahlawan.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal upaya melestarikan kisah tokoh lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Bejijong sebagai desa wisata sejarah.

SOSIALISASI berlangsung di pendapa Balai Desa Bejijong pada Kamis (27/11) lalu.

Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna mengatakan, program ini digelar untuk menggali, mendokumentasikan, dan memperkuat cerita-cerita tentang para tokoh pahlawan lokal yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat Desa Bejijong.

Baca Juga:  Punya Potensi Telur Asin Sejak 1970-an, Begini Upaya Desa Kedungmlati Jombang

Dalam pertemuan tersebut, peserta dari perangkat desa dan perwakilan warga menjadi representasi masyarakat sekaligus sumber informasi mengenai sejarah dan tokoh insipiratif desa.

Dengan kehadiran mereka, proses pengumpulan data menjadi lebih akurat dan dekat dengan realitas sosial setempat.

Menurut Pradana, program Lisan Pahlawan ini bertujuan untuk menemukan figur-figur heroik desa, baik tokoh sejarah, budaya, maupun warga yang memiliki jasa besar namun belum banyak dikenal publik.

Baca Juga:  Cetuskan Program Bank Sampah, Cara Pemdes Kepatihan Jombang Perkuat Ekonomi Masyarakat Sekaligus Jaga Lingkungan Bersih dan Asri

Melalui kegiatan ini pula, Balai Bahasa Jatim mendorong masyarakat menyampaikan kisah-kisah pahlawan desa secara lisan untuk kemudian menuliskannya ulang dengan kaidah Bahasa Indonesia yang sesuai KBBI.

’’Namun tetap mempertahankan unsur bahasa lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya,’’ imbuhnya.

Dalam prosesnya, peserta diajak berdiskusi, menyampaikan kisah, serta menggambarkan peran tokoh-tokoh tersebut dalam membangun desa, menjaga tradisi, atau memberikan kontribusi sosial.

Pendamping dari Balai Bahasa memberikan arahan mengenai teknik penulisan, pelestarian cerita rakyat, serta pentingnya menjaga akurasi sejarah.

Baca Juga:  Banyak Potensi PAD Parkir Menguap! Parkir Pasar Capai Rp 625 Juta, Sedangkan PAD Parkir RTH di Jombang 0 Rupiah

Pradana menyatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk melestarikan cerita lokal dan memperkuat identitas budaya Desa Bejijong sebagai desa wisata sejarah.

Melalui dokumentasi yang baik, kisah pahlawan desa dapat diwariskan kepada generasi muda.

’’Harapannya bisa menjadikan Bejijong sebagai desa yang tidak hanya kaya situs sejarah, tetapi juga kaya narasi perjuangan masyarakatnya,’’ tandas dia. (adi/fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *