Pemerintahan

Kembangkan Budidaya Gurami, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang Kolaborasi dengan SPPG

×

Kembangkan Budidaya Gurami, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang Kolaborasi dengan SPPG

Sebarkan artikel ini
PENGOPTIMALAN TKD: Kepala Desa Watudakon Suharto bersama pengurus BUMDes saat memberi pakan ikan gurami dalam kolam terpal di lokasi TKD Dusun Rembugwangi.

 

Desakita.co – Pemdes Watudakon, Kecamatan Kesamben menaruh perhatian besar terhadap ketahanan pangan. Salah satunya mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk kegiatan budidaya ikan gurami dengan konsep kolam terpal. Lokasinya memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di Dusun Rembugwangi.

Kepala Desa Watudakon Suharto mengatakan, pemilihan budidaya ikan dilakukan setelah mempertimbangkan potensi pasar. Salah satunya, rencana kolaborasi sebagai pemasok ikan untuk SPPG Konstruksi Bawana Sejahtera yang berada di desa setempat. ”Ke depan kami siapkan diri sebagai suplier ikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tilik Desa di Jombang, Pj Bupati Pakai Vespa Baru Nopol S 4661 YAT

Pada tahap awal, pemdes menyiapkan sarana pendukung berupa kolam budidaya, pompa air, penerangan, hingga pagar pengaman. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk biaya operasional produksi. Saat ini tersedia 10 kolam terpal berdiameter 4 meter yang masing-masing diisi 400 ekor gurami. ”Selain itu, terdapat satu kolam tanah berukuran besar berisi 16 ribu ekor gurami,” bebernya.

Baca Juga:  Dispendukcapil Jombang Dukung Program Bupati Warsubi terkait Wifi Gratis untuk Desa

Kegiatan usaha budidaya ikan di bawah naungan BUMDes Watudakon Berseri. Program ini telah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes) sebagai upaya penguatan ekonomi desa. ”Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali unit usaha BUMDes sekaligus menggerakkan perekonomian warga,” tegasnya.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Jombang Komitmen Berikan Perlindungan Pekerja Konstruksi, Ini Upayanya

Ke depan, Pemdes Watudakon juga merencanakan pengembangan komoditas lain. ”Selain gurami, kami rencanakan budidaya nila, lele, dan patin, menyesuaikan kebutuhan pasar,” jelas Suharto.  Melalui optimalisasi TKD dan BUMDes, Pemdes Watudakon menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian desa. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *