Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Watudakon, Kecamatan Kesamben, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait ambles dan jebolnya tanggul Afvoer Watudakon. Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral bersama sejumlah instansi terkait.
Dua titik kerusakan tanggul tersebut berada di kawasan perbatasan Dusun Pulosari, Desa Pojokrejo dengan Dusun/Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. Kondisi itu sempat dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga dan memicu risiko banjir saat musim hujan.
Keberadaan tanggul dinilai vital karena di sisi tanggul yang ambles terdapat jalan paving poros desa yang menghubungkan Desa Watudakon, Pojokrejo dan Carangrejo. Jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju pusat pendidikan, perekonomian hingga pemerintahan di Kecamatan Kesamben. Sementara itu, titik tanggul yang jebol berfungsi menahan luapan air agar tidak masuk ke kawasan permukiman maupun area persawahan warga.
Kepala Desa Watudakon Suharto mengatakan, sejak awal kejadian pihaknya langsung bergerak melaporkan kondisi tersebut kepada instansi berwenang. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat. ”Tanggul itu merupakan kewenangan BBWS Brantas Surabaya, Pemdes Watudakon dalam hal ini hanya bertugas menyampaikan keluhan masyarakat, karena memang kewenangan bukan berada di pihak kami,” terangnya.
Upaya koordinasi yang dilakukan Pemdes Watudakon membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu, perwakilan BBWS Brantas Surabaya, Perum Jasa Tirta (PJT) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang turun langsung meninjau lokasi. Selain melakukan pengecekan, seluruh pihak juga berkoordinasi menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap kerusakan tanggul tersebut.
Kini proses penanganan mulai berjalan. Perbaikan tanggul sudah mulai dilakukan meski belum sepenuhnya rampung. ”Meskipun belum rampung seratus persen, setidaknya perjuangan kami mendapat apresiasi dari pihak yang berwenang, terbaru Dinas PUPR Kabupaten Jombang melakukan penanganan cepat dalam menanggulangi bencana, harapan kami fungsi tanggul dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Suharto. (dwi/naz)












