Pemerintahan

Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Bangun Sinergi, Gerak Cepat Respons Keluhan Warga Soal Tanggul Jebol

×

Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Bangun Sinergi, Gerak Cepat Respons Keluhan Warga Soal Tanggul Jebol

Sebarkan artikel ini
SINERGI DAN KOORDINASI: Kepala Desa Watudakon Suharto bersama perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Jombang, BBWS Brantas Surabaya dan PJT saat meninjau Afvoer Watudakon.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Watudakon, Kecamatan Kesamben, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait ambles dan jebolnya tanggul Afvoer Watudakon. Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral bersama sejumlah instansi terkait.

Dua titik kerusakan tanggul tersebut berada di kawasan perbatasan Dusun Pulosari, Desa Pojokrejo dengan Dusun/Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. Kondisi itu sempat dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga dan memicu risiko banjir saat musim hujan.

Keberadaan tanggul dinilai vital karena di sisi tanggul yang ambles terdapat jalan paving poros desa yang menghubungkan Desa Watudakon, Pojokrejo dan Carangrejo. Jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju pusat pendidikan, perekonomian hingga pemerintahan di Kecamatan Kesamben. Sementara itu, titik tanggul yang jebol berfungsi menahan luapan air agar tidak masuk ke kawasan permukiman maupun area persawahan warga.

Baca Juga:  Sukses Realisasikan Program 100 Hari Kerja, Bupati Warsubi-Wabup Salman Ajak Masyarakat Bersinergi Bangun Jombang

Kepala Desa Watudakon Suharto mengatakan, sejak awal kejadian pihaknya langsung bergerak melaporkan kondisi tersebut kepada instansi berwenang. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat. ”Tanggul itu merupakan kewenangan BBWS Brantas Surabaya, Pemdes Watudakon dalam hal ini hanya bertugas menyampaikan keluhan masyarakat, karena memang kewenangan bukan berada di pihak kami,” terangnya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek Ajak Warga Gelar Kerja Bakti Lingkungan

Upaya koordinasi yang dilakukan Pemdes Watudakon membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu, perwakilan BBWS Brantas Surabaya, Perum Jasa Tirta (PJT) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang turun langsung meninjau lokasi. Selain melakukan pengecekan, seluruh pihak juga berkoordinasi menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap kerusakan tanggul tersebut.

Baca Juga:  Pedagang Bandel Enggan Kembali Tempati Kios, Pemkab Jombang Cabut dan Hak Pakai Kios dan Lapak Lantai 2 PCN Jombang

Kini proses penanganan mulai berjalan. Perbaikan tanggul sudah mulai dilakukan meski belum sepenuhnya rampung. ”Meskipun belum rampung seratus persen, setidaknya perjuangan kami mendapat apresiasi dari pihak yang berwenang, terbaru Dinas PUPR Kabupaten Jombang melakukan penanganan cepat dalam menanggulangi bencana, harapan kami fungsi tanggul dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Suharto. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *