JOMBANG – Pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Megaluh belum merata.
Hingga pertengahan Maret, dari total 13 desa di wilayah Kecamatan Megaluh, baru lima desa yang menuntaskan pembangunan gerai. Sementara delapan desa lainnya masih tahap persiapan.
Camat Megaluh Ummi Salamah mengatakan, lima desa yang sudah menyelesaikan pembangunan gerai KDKMP hingga 100 persen, yakni Desa Ngogri, Balongsari, Sumberagung, Kedungrejo, dan Desa Pacarpeluk. ”Lima desa sudah 100 persen. Ada yang selesai di awal Maret dan ada juga yang pertengahan Maret ini,” ujarnya.
Sementara delapan desa lainnya masih belum memasuki tahap pembangunan fisik. Meski lahan telah tersedia, prosesnya masih berada pada tahap koordinasi. ”Total di Megaluh ada 13 desa. Lima sudah selesai, delapan desa lainnya masih proses. Lahannya sebenarnya sudah ada semua,” imbuhnya.
Menurut dia, pembangunan di delapan desa tersebut masih menunggu tahapan lanjutan. Karena saat ini masih dilakukan koordinasi dengan pihak terkait. ”Lahannya siap, tetapi memang belum sampai ke pengurukan lahan. Sekarang masih koordinasi dengan pihak Koramil,” jelasnya.
Meski sebagian bangunan selesai, gerai KDKMP tersebut juga belum bisa dioperasikan. Pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait teknis operasional. ”Untuk pengoperasian masih menunggu koordinasi lagi. Sementara ini belum bisa beroperasi,” tambahnya.
Di sisi lain, pembentukan kelembagaan koperasi di sejumlah desa sudah mulai berjalan. Beberapa koperasi sudah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). ”Untuk koperasinya sendiri sudah banyak yang RAT karena sudah dibentuk dengan beberapa anggota. Tapi memang belum semua desa,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah gerai KDKMP di Jombang sudah berdiri. Namun hingga pertengahan Maret, gerai tersebut belum dibuka untuk masyarakat karena pemerintah daerah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang Hari Purnomo mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima petunjuk teknis terkait pengoperasian gerai tersebut. ”Sampai sekarang belum ada petunjuk. Jalurnya dari Kementerian Koperasi juga belum ada arahan terkait gerai-gerai yang sudah selesai 100 persen pembangunannya,” ujarnya.
Informasi mengenai kelengkapan operasional gerai juga belum diterima pemerintah daerah. ”Itu yang belum ada informasi ke kami. Belum tahu juga apakah nanti kelengkapan langsung dari PT Agrinas melalui teman-teman di Kodim,” ujarnya. (fid/naz)












