Pemerintahan

Hippa Jombang Surati BBWS Brantas untuk Normalisasi Afvoer Watudakon, BBWS Langsung Tindaklanjuti

×

Hippa Jombang Surati BBWS Brantas untuk Normalisasi Afvoer Watudakon, BBWS Langsung Tindaklanjuti

Sebarkan artikel ini
DIBERSIHKAN: Pohon yang tumbuh di tengah saluran buang atau afvoer Watudakon Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben ditebang, Rabu (31/1).

Desakita.co – Induk himpunan petani pemakai air (Hippa) Mrican Kanan Jombang menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Utamanya agar saluran buang Afvoer Watudakon dinormalisasi. ’’BBWS menindaklanjuti dan sudah ada survey ke lokasi,’’ kata Ketua Induk Hippa Mrican Kanan Jombang, Burhanudin, kemarin.

Untuk sementara bakal dilakukan pembersihan pepohonan. Di kanan kiri hingga tengah saluran memang tumbuh banyak pohon.

Baca Juga:  Pemilihan Pemuda Pelopor Jombang 2024 Dibuka, Upaya Gali Potensi Pemuda di Jombang

’’Pepohonan yang di saluran akan dibersihkan. Karena setiap kali air tinggi, terhambat oleh pepohonan itu,’’ terangnya.

Rencana itu belum jelas kapan dilakukan. Pihaknya dijanjikan menunggu hingga air surut. ’’Menunggu sampai air surut dahulu, nanti dibersihkan bersama. Istilahnya kerja bareng,’’ ujar Burhanudin.

Meski demiian, pihaknya tetap mendorong agar saluran itu dilakukan normalisasi. ’’Harapan kita tetap normalisasi,’’ kata Burhanudin.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, mengatakan, pembersihan yang dilakukan pemkab sudah berakhir sejak awal Februari. Itu sebagai langkah darurat.

Baca Juga:  Meriah! Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben Rayakan Sedekah Bumi dan Hari Jadi Desa ke-619

’’Pembersihan sudah selesai di perbatasan Desa Jombatan dengan Desa Watudakon Kecamatan Kesamben,’’ kata Sultoni.

Ada banyak pertimbangan pembersihan dengan menebang pohon di tengah saluran dan salah satu tanggul itu berhenti. Salah satunya terkendala akses alat berat.

Baca Juga:  Semarakkan HUT Kemerdekaan lewat Kegiatan Jalan Sehat, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan Getol Tingkatkan Kerukunan Warga

’’Alat berat kami sudah tidak bisa menjangkau ke Desa Watudakon. Juga ada lokasi yang lebih membutuhkan,’’ tuturnya.

Sehingga, alat berat digeser ke utara Sungai Brantas. ’’Sekarang ada kegiatan di Desa Bangsri (Kecamatan Plandaan),’’ ujar Sultoni.

Dia berharap, pembersihan diteruskan pihak pemilik kewenangan saluran.

’’Harapan kami, teman-teman balai (BBWS Brantas) ataupun PJT (Perum Jasa Tirta) yang akan meneruskan,’’ ungkap Sultoni. (fid/jif/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *