Pemerintahan

Waduh! Muncul Retakan Tanah Sepanjang 100 Meter di Desa Sambirejo Wonosalam Jombang, 42 Rumah Warga Terancam

×

Waduh! Muncul Retakan Tanah Sepanjang 100 Meter di Desa Sambirejo Wonosalam Jombang, 42 Rumah Warga Terancam

Sebarkan artikel ini
PANTAU LOKASI: Pj Bupati Jombang memantau kondisi bencana longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.

Desakita.co – Penanganan bencana longsor akibat tanah gerak di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, belum kelar.

Kini, masyarakat dibuat waswas dengan munculnya retakan tanah baru sepanjang 100 meter di titik lain.

Bahkan, lebih berbahaya karena berada di atas permukiman warga.

”Ini lebih berbahaya karena tanahnya ada di atas permukiman warga dan di bawahnya ada sekitar 42 rumah dengan 117 jiwa yang tinggal di sana,’’ ujar Pj Bupati Jombang Sugiat kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Berdasar laporan BPBD Jombang, memang ditemukan retakan tanah sepanjang 100 meter di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok.

Baca Juga:  MAN 1 Jombang Cetak Peserta Didik Berprestasi dan Berakhlakul Karimah, Alumnusnya Banyak Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Dijelaskan, kondisi tanah retak itu cukup mengkawatirkan.

Saat hujan tiba, aliran air dalam retakan tanah sudah merembes ke permukiman warga.

Baca Juga:  Rancangan APBD 2025 Mulai Masuk Sidang Paripurna, Pj Bupati Jombang Bakal Optimalkan Peran Bidang Agribisnis

”Kita sudah imbau, khususnya kalau malam terjadi hujan untuk lebih waspada,’’ jelasnya.

Pj mengaku sudah melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar mau pindah atau mengamankan diri dari lokasi longsor. Namun, warga masih bertahan.

”Kesulitan kita warga tidak mau. Memang tidak mudah karena kita paham mereka sudah bertahun-tahun di situ. Pindah tentu pilihan yang berat,’’ jelas dia.

Baca Juga:  Rayakan Hari Raya Idul Adha, PT CJI Jombang Serahkan 23 Hewan untuk Masyarakat

Bagaimanapun juga, lanjut Pj, keselamatan warga adalah prioritas utama.

Untuk itu pendekatan persuasif akan dilakukan terus menerus.

“Untuk sementara kita sudah dirikan posko di balai desa, dan kita lakukan pendekatan persuasif lagi,’’ pungkas Sugiat. (ang/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *