Desakita.co – Panen raya padi di Jombang diprediksi mencapai puncaknya pada April.
Dibandingkan tahun sebelumnya, harga jual gabah saat ini terjadi anomali dan cenderung menurun.
Disperta Jombang pun tak menampik banyak petani memilih jalan praktis menjual semua hasil panen kepada penebas.
”Jadi, kita tidak punya mekanisme mengatur rantai penjualan. Yang bisa kita lakukan mengendalikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Jombang M. Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang (31/3).
Salah satu upayanya, pihaknya terus mengampanyekan agar petani saat musim panen padi, tak menjual seluruh gabah.
”Kita punya tagline ke petani moleh nggowo gabah,” ujar dia.
Menurut Rony, saat ini harga gabah terjadi anomali dibanding tahun sebelumnya.
”Jadi melihat dua tahun terakhir ketika panen raya harga gabah bagus, sekarang terjadi anomali dan kelihatannya cenderung turun,” kata Rony seraya menyebut HPP untuk gabah kering panen atau gabah kering sawah Rp 5.400 per kilogram.
Disperta pada musim tanam kali ini menargetkan produktvitas 6,23 ton per hektare untuk gabah kering giling (GKG) dari total luas tanam 32.000 hektare. Saat ini panen raya padi masih berlangsung.
Dari total luas tanam 32.000 hektare tanaman padi di Jombang, belum separo yang sudah dipanen.
”Jadi begini, sampai akhir Maret yang sudah panen 13.000 hektare, puncaknya kita prediksi masih April,” kata Rony.
Dari luas tanam itu tahun ini pemkab sudah memasang target untuk hasil panen atau produktivitas gabah kering giling (GKG) naik dari tahun sebelumnya.
Semula atau musim tanam tahun lalu saat penghujan produktivitas ditarget 6,15 ton per hektare. ”Sekarang 6,23 ton per hektare,” imbuh dia.
Sementara itu, beberapa wilayah di Kecamatan Perak sudah memasuki panen raya padi.
Di antaranya di Desa Glagahan. Harga gabah di tingkat petani saat ini cenderung turun sejak dua minggu terakhir. Salah satunya diungkapkan Kamidi yang baru saja menjual gabahnya.
”Baru kemarin saya jual dari sawah Rp 5.200 per kilogram, sebelumnya masih Rp 6.000 per kilogram,” kata Kamidi.
Menurut dia, harga itu tergantung kondisi gabah dan mesin panen yang dipergunakan. ”Kalau pakai mesin kombi sekarang harganya Rp 5.700 per kilogram,” imbuh dia. (fid/naz/ang)












