Desakita.co – Pembangunan hunian sementara (huntara) warga terdampak longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang belum sepenuhnya rampung.
Hingga pekan ini, baru 10 rumah yang sudah selesai pengerjaannya. Faktor penyebabnya, hampir setiap hari di Wonosalam hujan lebat.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang Agung Hariadi, mengatakan pembangunan huntara masih berlanjut. Progres rumah yang sudah berdiri 10 unit.
“Dengan rincian program, 8 unit sudah sama berdiri dengan atap dan 4 unit proses dinding dan lantai,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Ia mengaku, pembangunan huntara tidak bisa selesai bulan ini.
Sebab, cuaca di Wonosalam tak bisa ditebak.
Terkadang panas menyengat, tapi juga kadang-kadang hujan lebat disertai angin kencang.
“Di sana rata-rata jam 11 pagi sudah hujan. Kemudian jam 13.00 terang, tapi agak sore hujan lagi,’’ tambahnya.
Saat hujan itulah pekerja tidak bisa melanjutkan tugasnya.
Terlebih, bahan utama yang disiapkan berupa rangka baja ringan.
Hal ini cukup membahayakan pekerja.
”Bisa nyetrum kalau terjadi petir, mangkanya kita tidak ingin ambil risiko,’’ tegas Agung.
Meski demikian, pihaknya tetap menarget pekerjaan selesai tepat waktu.
Dari perkiraan awal, pembangunan 12 hunian sementara untuk warga terdampak longsor itu akan selesai sekitar minggu pertama Mei.
”Kalau kondisi cuaca masih ekstrem, kemungkinan bisa rampung 7-8 Mei,’’ tegasnya.
Ditemui terpisah, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, menyampaikan pembangunan huntara masih terus dikerjakan.
Selain huntara, kajian hunian juga masih tetap dilakukan.
Husus kajian hunian, pihaknya bekerjasama dengan tim ahli.
”Kemarin sempat diusulkan, apakah tidak sebaiknya penentuan huntap menyesuaikan permintaan warga.
Jadi misalnya warga ingin dibangun di tanah mereka, kita kerjakan langsung,’’ jelas dia.
Namun, semua masih dalam proses pembahasan. terlebih rencana relokasi warga untuk sekarang ini cukup berat.
”Karena di sana tanah kelahiran mereka. Jadi kalau dibangunkan di luar itu mereka keberatan,’’ pungkasnya. (ang/bin)












