Pemerintahan

Ada Bangunan Tak Bertuan Nyaris Ambruk di Tanggul Brantas Desa Bandarkedungmulyo Jombang, Ternyata Fungsinya Ini

×

Ada Bangunan Tak Bertuan Nyaris Ambruk di Tanggul Brantas Desa Bandarkedungmulyo Jombang, Ternyata Fungsinya Ini

Sebarkan artikel ini
NYARIS AMBRUK: Kondisi bangunan berdiri di atas tanggul Sungai Brantas Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang yang tak lagi terurus, Jumat (31/5).

Desakita.co – Sebuah bangunan tak bertuan di atas tanggul Sungai Brantas Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang memprihatinkan, Jumat (31/5).

Kondisi seluruh bagian tak terurus. Bahkan atapnya nyaris ambruk.

Pantauan di lokasi, di sepanjang tanggul hanya berdiri satu bangunan itu.

Kondisinya sudah tak lengkap, meski masih beratap. Bagian pintu maupun jendela sudah kosong.

Dari depan, tampak terdapat tulisan dengan kondisi tak utuh. Saat ini hanya terbaca “DPB Kedunggab”.

Baca Juga: Sempat Rusak Akibat Banjir, Talud Lining di Desa Betek Mojoagung Jombang Diperbaiki BBWS Brantas

Selain itu, catnya juga sudah memudar, diikuti dindingnya banyak yang berlumut.

Atapnya juga sudah banyak yang bolong, tinggal menyisakan separo genting yang masih terpasang.

Baca Juga:  Upaya Tingkatkan Literasi Warga, Desa Asal Kecamatan Peterongan Ini Optimalkan Perpusdes

”Sudah lama tidak dipakai, sekarang rusak seperti mau ambruk,” kata Mastur Hadi salah seorang warga.

Dikatakan, bangunan itu dulunya berfungsi untuk memantau debit air sungai Brantas.

”Orang dulu nyebutnya telponan, karena di situ ada teleponnya,” ujar dia.

Menurut Mastur, selain di lokasi itu ada juga bangunan serupa.

Jaraknya 1 kilometer atau berada di utara dari titik tersebut. ”Satunya malah sudah ambruk, tinggal fondasinya saja,” imbuh dia.

Mastur tak mengetahui persis sejak kapan bangunan itu tak lagi berfungsi.

Namun, sementara ini terkadang dipergunakan warga untuk cangkrukkan. ”Waktu di sini banjir dulu masih dipakai buat tempat pengungsian,” kata Mastur.

Baca Juga:  Harga Jual Gabah Terus Merosot, Petani di Desa Kepuhkajang Jombang Ungkap Harganya Jadi Segini

Baca Juga: Upaya Promosikan UMKM dan Potensi Budaya, Pemdes Ngogri Megaluh Gandeng Brantas Lestari Adakan Pasar Brantas

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni mengakui, ada banyak bangunan lama berdiri di atas tanggul Sungai Brantas yang kini tak lagi berfungsi.

Salah satunya di desa setempat. ”History pastinya kurang tahu, tapi ketika ada bangunan di atas tanggul fungsinya untuk pengamatan debit air,” kata Sultoni.

Era dulu, lanjutnya, bangunan itu difungsikan untuk memantau muka air sungai tinggi.

Ketika musim penghujan penjaga yang bertugas di bangunan itu memantau kondisi tanggul ataupun sungai.

Baca Juga:  Harga Jual Tinggi, Warga Desa Wonosalam Jombang Mulai Berminat Budi Daya Cacing Tanah

”Apakah aman atau tidak ketika muka air sungai naik. Karena dasar sungai sekarang turun, membuat bangunan di atas (tanggul) tidak dipakai lagi,” imbuh dia.

Baca Juga: Ada Tradisi Grebeg Sayur dan Sedekah Desa Setiap Tahun, Cara Pemdes Japanan Gudo Jombang Rawat Budaya Lokal

Hanya ada sekira tiga bangunan menurut Sultoni yang kini masih dipergunakan.

Kantor pos jaga Dam Karet Menturus dan Jatimlerek.

”Satu lagi kantor UPT SDA Ploso, dulu di sana juga ada bangunan atau alat untuk mengukur ketinggian muka air, sekarang tidak berfungsi. Karena dasar sungainya makin turun,” kata Sultoni. (fid/ang/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *