Desakita.co – Pemerintah Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak, Jumat (24/4). Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi munculnya kasus baru demam berdarah dengue (DBD) di tengah cuaca yang tidak menentu.
Kegiatan melibatkan lintas sektor, mulai Forkopimcam Mojoagung, Puskesmas Mojoagung, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), bidan desa, kader Posyandu hingga PKK Desa Kedunglumpang.
Kepala Desa Kedunglumpang, Juprianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya pencegahan kasus DBD. ”Adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya melakukan antisipasi daripada mengobati. Kegiatan PSN merupakan bentuk antisipasi ampuh dalam pemberantasan penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk,” ujarnya.
Seluruh kader juru pemantau jentik (Jumantik) dan Posyandu turut diterjunkan dalam kegiatan itu. Fokus utama dilakukan dengan memeriksa keberadaan jentik nyamuk di bak mandi dan tempat penampungan air milik warga maupun fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
Selain pemeriksaan jentik, warga juga diajak bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar untuk meminimalisir potensi berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Juprianto menegaskan, kolaborasi seluruh elemen masyarakat penting dilakukan agar upaya pencegahan berjalan maksimal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat. ”Kita juga mengedukasi warga agar melakukan 3 M plus serta menerapkan pola hidup sehat,” paparnya.
Ia menjelaskan, gerakan 3 M plus dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Selain itu, warga juga dianjurkan menggunakan bubuk larvasida dan lotion antinyamuk sebagai langkah pencegahan tambahan.
Sebagai tindak lanjut, pihak desa mengimbau masyarakat rutin melakukan PSN secara mandiri di lingkungan masing-masing. ”Kami turut menghimbau seluruh masyarakat melakukan giat PSN secara berkelanjutan di lingkungan sekitar masing-masing, karena pencegahan dimulai dari kepedulian bersama,” pungkasnya. (dwi/naz)












