Desakita.co – Pemerintah Desa Tanjungwadung Kecamatan Kabuh komitmen meningkatkan kualitas pendidikan warganya.
Salah satunya, mengalokasikan dana desa (DD) untuk memberikan apresiasi bagi siswa berprestasi di sekolah jenjang SD dan MI yang ada di Desa Tanjungwadung.
Kepala Desa Tanjungwadung Supono menjelaskan, setiap tahun pihaknya selalu mengalokasikan anggaran dana desa untuk peningkatan sektor pendidikan.
”Ya, mulai pemberian santunan bagi siswa kurang mampu hingga apresiasi untuk anak anak berprestasi jenjang SD/MI di Desa Tanjungwadung,’’ ujar dia.
Baca Juga: Manfaatkan TKD Jadi Tempat Wisata, Ini Upaya Desa Tanjungwadung Jombang Tingkatkan Pendapatan Desa
Pemberian apresiasi, lanjutnya, bisa diberikan dalam bentuk dana pembinaan hingga pemberian alat tulis sebagai penunjang kegiatan belajar anak anak.
”Ini merupakan komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Tanjungwadung,’’ tambahnya.
Baru-baru ini, pemdes juga melaunching desa peduli pendidikan guna mewujudkan sekolah ramah anak.
Kegiatan itu, dilakukan menindaklanjuti salah satu poin pada program Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah.
Dimana dalam poin nomor 4, adalah mewujudkan pendidikan bermutu.
Kegiatan tersebut, dilaunching langsung Pj Bupati Jombang Sugiat dan dihadiri kepala OPD terkait.
Baca Juga: Daftar Lengkap Nama Kepala Desa di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Terbaru Tahun 2024
”Ini juga sebagai kelanjutan implemetasi Permendes PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sehingga desa diberikan kewenangan untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan,’’ jelas dia.
Dengan program tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Desa Tanjungwadung meningkat.
Sehingga ke depan, diharapkan dapat melahirkan generasi hebat yang unggul dan berprestasi.
”Ini juga sebagai upaya kita melahirkan generasi hebat yang berprestasi,’’ pungkasnya.
Desa Tanjungwadung memiliki enam dusun dengan total 1.017 kepala keluarga (KK).
Meliputi, Tanjung, Wadung, Peyek, Pasir, balong, dan Memek. ”Dengan mayoritas masyrakat bekerja sebagai petani dan buruh tani,’’ pungkasnya. (ang)












