Desakita.co – Rencana pemkab melakukan penanganan jembatan putus di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu memasuki babak baru.
Kebutuhan anggaran diusulkan Rp 3,5 miliar di APBD 2025.
Saat ini, mulai dibahas dan mengarah masuk ke proyek strategis daerah tahun depan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Agung Hariadi, mengatakan, perencanaan penyusunan dokumen bakal dilaksanakan tahun ini.
’’Rencananya melalui P-APBD 2024, sedangkan fisiknya sudah diusulkan masuk APBD 2025,’’ kata Agung, kemarin.
Tahapannya saat ini masih berjalan. ’’Sudah diinput di SIPD (Sistem Informasi Perangkat Daerah). Ini ranahnya teman-teman BPKAD, yang jelas kami input Rp 3,5 miliar untuk fisiknya,’’ ujarnya.
Sedangkan untuk perencanaan, membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 juta.
’’Perencanaan sekaligus fisik kemarin estimasinya Rp 3,7 miliar,’’ tutur Agung.
Selain sudah diusulkan ke tim anggaran, juga sudah dilakukan pembahasan bersama Bappeda Jombang.
’’Jadi mengarahnya pembangunan jembatan Kudubanjar nanti masuk proyek stategis daerah 2025,’’ ucapnya.
Paket yang masuk dalam proyek strategis daerah bakal dibahas lebih awal.
Baca Juga: Putus Sejak 2019, Rencana Perbaikan Jembatan di Desa Kudubanjar, Kudu Jombang Batal Tahun Depan
’’Sebagian proyek strategis daerah itu perrencanaan disusun dahulu, sehingga fisiknya bisa ditenderkan awal tahun, itupun tahapannya lama. Ada review inspektorat dan sebagainya sebelum masuk PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa,’’ kata Agung.
Putusnya jembatan di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu sudah berlangsung sejak awal 2020.
Karena tak kunjung ditangani, warga urunan untuk membangun jembatan darurat dari rangka besi.
Pasalnya, akses jembatan tersebut sangat vital untuk aktivitas warga sekitar.
Pembangunan jembatan sudah sempat diajukan pada 2024 namun dicoret, sehingga proyek tersebut batal. Sekarang diusulkan lagi untuk 2025. (fid/jif)












