Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang telah merampungkan gedung serbaguna desa.
Gedung tersebut merupakan realisasi anggaran Bantuan Keuangan (BK) yang pembangunannya dilaksanakan secara bertahap.
Kepala Desa Tunggorono Didik Dwi Mulyawan menyampaikan, Gedung serbaguna merupakan harapan warga sejak lama.
”Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan warga telah terealisasikan dan dapat dipergunakan secara maksimal karena telah melalui tahap finishing akhir,” ujarnya.
Gedung serbaguna merupakan kebutuhan infrastruktur yang tepat bagi warga desa.
Baca Juga: Lakukan Penyemprotan Masal Atasi Wereng, Cara Pemdes Tunggorono Jombang Dorong Ketahanan Pangan
Karena meskipun secara administratur berupa desa namun dominasi wilayah Desa Tunggorono merupakan kawasan perumahan dan lingkungan padat penduduk.
Pembangunan gedung serbaguna dimulai sejak tahun 2020, dengan diawali pembangunan pondasi dan pagar keliling.
Setelah sempat terhenti karena wabah pandemi Covid-19, pembangunan dilanjutkan kembali hingga selesai pada tahun ini.
Gedung serbaguna Desa Tunggorono yang diberi nama Graha Giri Patirtan tersebut, dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan dilengkapi dengan sarana panggung, gudang, toilet dan halaman parkir yang cukup luas.
“Penamaan Graha Giri Patirtan merupakan hasil rembugan bersama dengan para sesepuh dan tokoh masyarakat desa. Graha artinya gedung, Giri berarti gunung sedangkan Patirtan memiliki arti sumber mata air,” terangnya.
Baca Juga: Bagikan Sertifikat PTSL, Upaya Pemdes Tunggorono Jombang Tingkatkan Pelayanan kepada Warga
Graha Giri Patirtan dapat digunakan untuk berbagai acara pertemuan dan hajatan warga serta olahraga badminton dan tenis meja serta berbagai kegiatan lainnya.
Warga Desa Tunggorono menyambut baik adanya gedung serbaguna Graha Giri Patirtan dan berharap gedung tersebut dapat menjadi pusat kegiatan yang dapat mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
”Seluruh warga desa dapat menggunakan sarana dan fasilitas gedung serbaguna secara gratis dengan catatan saling menjaga keamanan dan kebersihan gedung, untuk warga luar desa juga diperkenankan menyewa dengan tarif yang bersahabat dan menyesuaikan,” pungkas Didik. (dwi/ang)












