Pemerintahan

Warga Desa Jatibanjar Antusias Ikuti Pelatihan Jahit Tas Hajatan, Ini Tujuannya

×

Warga Desa Jatibanjar Antusias Ikuti Pelatihan Jahit Tas Hajatan, Ini Tujuannya

Sebarkan artikel ini
SEMANGAT: Peserta pelatihan jahit tas hajatan bersama tim narasumber dan Dinas Tenaga Kerja Jombang di Balai Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Rabu (7/9).

Desakita.co – Dinas Tenaga Kerja Jombang terus menekan angka pengangguran di Kabupaten Jombang.

Dengan mengadakan pelatihan jahit tas hajatan di Desa Jatibanjar Kecamatan Ploso, pada Rabu-Jumat (7-9/8).

’’Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk melakukan perluasan kesempatan kerja,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto SHut MSi.

Pelatihan kewirausahaan jahit tas hajatan ini dibuka Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Jombang, Nikmatusholihah SKM MSi.

Baca Juga:  Tanah Ambles, Jembatan di Desa Jabon Jombong Bolong Tak Bisa Dilintasi Sementara

Dihadiri Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja (PPTK), Tutut Purwanti MSi dan Kepala Desa Jatibanjar, Sarinah SPd.

Baca Juga: Adakan Penyuluhan Bimbingan Jabatan Bagi Siswa, Upaya Dinas Tenaga Kerja Jombang Jembatani Siswa dengan Dunia Kerja

Kegiatan dilakukan selama tiga hari, 7-9 Agustus. Dengan peserta 20 orang.

Baca Juga:  Kades di Jombang Mengaku Belum Dapat Juknis, soal Program Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Mereka tidak hanya diajari teori, tapi juga langsung praktik menjahit tas hajatan.

Keterampilan tas hajatan ini diberikan sesuai kebutuhan masyarakat desa.

’’Tas hajatan sekarang banyak dipakai orang, pekerjaannya mudah, dan bisa dilakukan di rumah. Bisa sambil mengerjakan kegiatan rumah yang lain,’’ katanya.

Adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam menurunkan angka  pengangguran di Kabupaten Jombang.

Baca Juga:  Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek Jombang Gelar Kelas Ibu Hamil di Kantor Desa, Ini Tujuannya

Baca Juga: Diklaim Menurun, Dinas Tenaga Kerja Catat Sepanjang 2023 Ada 29.000 Orang Menganggur

Peluang kesempatan kerja secara mandiri juga diharapkan akan terwujud melalui bekal keterampilan yang diberikan.

’’Kegiatan ini terselenggara sebagai realisasi usulan musrenbangcam (musyawarah rencana pembangunan kecamatan), guna mengentaskan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Jombang,’’ tegasnya. (wen/jif/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *