Desakita.co – Pemerintah Kecamatan Mojowarno menghadirkan layanan berbasis digital untuk seluruh kebutuhan layanan administrasi.
Layanan ini, membuat seluruh keperluan surat menyurat dan kebutuhan terkait administrasi bisa diakses masyarakat dengan lebih mudah dan cepat.
Layanan ini bernama SIGAP (Santun, Inovatif, Gesit, Akuntabel, Profesional).
Plt Camat Mojowarno M Ronny Afriandie SSTP MSi menjelaskan, layanan ini dirintisnya sejak tahun 2023 lalu.
“Hadirnya layanan ini berangkat dari kebutuhan inovasi untuk layanan masyarakat yang tidak hanya baru, namun juga harus sustainable,” terangnya.
Sebagai salah satu pemberi layanan dasar ke masyarakat terkait kebutuhan administrasi, Ronny menyebut Kecamatan Mojowarno kemudian berupaya membuat sebuah sistem yang komplit.
Di mana sistem ini mampu menyediakan layanan administrasi dengan lebih mudah.
“Bentuk awalnya didesain dalam bentuk aplikasi, namun sekarang sudah jadi bentuk web dan terigrasi dengan web milik Pemkab Jombang,” lontarnya.
Kini, layanan itu bisa diakses melalui https://sigap.jombangkab.go.id, ketika membuka web itu, Ronny menyebut masyarakat akan langsung bisa mendapatkan 10 layanan langsung.
Yakni rekomendasi Izin keramaian, rekomendasi surat keterangan tidak mampu, rekomendasi proposal bantuan sosial/keagamaan, rekomendasi surat keterangan catatan kepolisian.
Perekaman data KTP elektronik, penerbitan KTP elektronik, penerbitan kartu keluarga, pindah Antarkecamatan, pindah Antardesa dan dispensasi nikah.
“Ketika menu itu diklik, masyarakat bisa langsung melihat syarat yang diperlukan untuk mendapatkan surat yang dimaksud. Selain itu, disediakan juga form yang diperlukan dan langsung bisa di-download,” tegasnya.
Dengan itu, masyarakat diharapkan tak lagi perlu wara-wiri menuju kantor desa atau kantor kecamatan hanya untuk bertanya soal persyaratan dan form yang dibutuhkan.
“Sehingga ketika pengurusan, satu kali datang semuanya sudah selesai dan jadi hari itu juga,” lontarnya.
Inovasi ini, kini juga telah disosialisasikan Ronny kepada seluruh desa di Kecamatan Mojowarno. Bahkan, hadirnya inovasi ini juga membuatnya diganjar penghargaan dari Gubernur Jawa Timur di tahun 2023 lalu.
“Kita akan terus gencarkan sosialisasi, masing-masing desa juga kita tempeli barcode untuk masyarakat cukup scan untuk bisa masuk ke portal yang telah tersedia dan terintegrasi di web resmi milik Pemkab Jombang itu,” pungkasnya.
Aktif Bergerak Turunkan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
SELAIN pelayanan secara administrasi dan pemerintahan, Pemerintah Kecamatan Mojowarno juga terus berupaya menyukseskan visi Indonesia Emas 2045.
Salah satunya, dengan upaya monitoring dan evaluasi menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Camat Mojowarno M Ronny Afriandie menjelaskan, pihaknya hingga kini masih terus bergerak untuk mengawal dua hal penting itu.
Caranya, dengan secara aktif turun ke desa-desa dan sering kali memantau langsung.
“Data stunting dan kemiskinan ekstrem ini, biasanya datang dari pemerintah pusat berjenjang sampai ke pemerintah daerah, perkembangannya kita pantau terus,” terangnya.
Melalui data itu, validasi akan dilakukannya dengan melakukan kroscek langsung ke masing-masing kepala desa. Hal itu untuk memastikan seluruh data itu tepat dan tidak ada yang terselip ataupun tak terdata.
“Seperti kemiskinan ekstrem, ini akan kita kaji by name by address dengan para kepala desa, setelah itu, kita koordinasikan, apa yang bisa membuat dia bangkit dari status itu.
Intervensinya melalui bantuan kah atau skema yang lain kita upayakan,” lanjutnya.
Dengan cara itu, Ronny menyebut bisa cukup menekan angka kemiskinan ekstrem di Mojowarno yang kini di angka 255.
Selain itu, pada penanganan stunting, ia juga sering kali terjun langsung untuk memantau perkembangan penanganannya. Baik dengan melakukan survei pada sejumlah tempat timbang balita, atau dengan komunikasi intens dengan stakeholder terkait, baik pemdes, bidan desa hingga puskesmas.
“Dengan koordinasi dan turun langsung itu, pemetaan secara terperinci bisa dilakukan, sehingga penanganan juga bisa maksimal,” lontarnya.
Intervensi pada temuan stunting, juga disebut Ronny dilakukan terus, baik melalui penanganan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi melalui para pemerintah desa.
“Seperti dengan para kades untuk memastikan seluruh kader mendapat haknya, balita stunting bisa terbantu melalui DD dan lain sebagainya,” lontarnya.
Kuncinya, menurut Ronny, kolaborasi dan kerja bersama seluruh stakeholder terkait di wilayah Kecamatan Mojowarno jadi cara jitu mengatasi dua hal penting itu.
“Dan yang pasti, seluruh kegiatan kita terdokumentasi dan terpublish, masyarakat bisa melihat dan memantau langsung, baik lewat web maupun medsos milik kecamatan,” pungkasnya. (riz/naz)











