Desakita.co – Pemkab Jombang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang meluncurkan program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif, Rabu (4/12) di area parkir UPT Kawasan Wisata Religi Gus Dur.
Diharapkan program ini bisa mendongkrak jumlah wisatawan serta meningkatkan perekonomian warga.
Kepala Disporapar Jombang Bambang Nurwijanto mengatakan, Jombang memiliki banyak potensi wisata di Jombang. Jombang juga dikenal dengan kota santri dan jadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
”Jombang memiliki sejarah panjang, kaya akan tokoh ulama besar yang masyhur,” kata Bambang.
Baca Juga: Kembangkan Potensi Wisata Religi Lokal Gerdu Mburi, Pemdes Jatigedong Jombang Getol Lakukan Promosi
Seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansuri, KH Muhammad Tamim Romli, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan banyak tokoh ulama besar lainnya.
Selain itu, Jombang memiliki banyak pondok pesantren, terutama empat pondok pesantren besar di Jombang, yaitu Ponpes Tebuireng, Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, dan Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan.
”Di Jombang juga sangat banyak wisata religi yang jadi daya tarik wisatawan. Jombang juga pusat pendidikan agama dan spiritual yang sangat berpengaruh,” jelasnya.
Sehingga potensi tersebut dimanfaatkan oleh Pemkab Jombang melalui program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif.
”Tentu harapannya wisatawan yang datang lebih banyak, lebih nyaman hingga dapat meningkatkan perekonomian warga yang berada di sekitar tempat wisata,” jelasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Jombang Dr Drs Teguh Narutomo MM, Forkopimda Jombang, staf ahli, asisten, dan kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Jombang, camat se-Kabupaten Jombang, jajaran direktur BUMD Kabupaten Jombang, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan bank di Kabupaten Jombang, pegiat pariwisata, asosiasi pariwisata.
Ia mengatakan, program ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan pariwisata berbasis sejarah dan religi di Jombang.
”Dengan konsep ini, kita ingin mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, dan agama, serta memudahkan wisatawan untuk mengakses berbagai informasi terkait tokoh-tokoh besar, tempat-tempat bersejarah, dan pesantren-pesantren yang ada,” tuturnya.
Program ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat sekitar pesantren melalui pengembangan UMKM.
Baca Juga: Ajak Warga Jaga Kebersihan, Pemdes Sidokerto Jombang Cetuskan Kartu Iuran Pembayaran Sampah
”Melalui program ini, Pemkab Jombang berharap dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Jombang dan memperkenalkan lebih banyak potensi yang dimiliki daerah kita,” tambah Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo.
Pj Bupati Jombang mengajak seluruh stakeholder untuk mengembangkan program ini secara berkelanjutan.
”Saya berharap program ini tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah kita,” pungkasnya. (naz)












