Pemerintahan

Imbas Banjir Melanda Kecamatan Kesamben Jombang, Sawah Petani Jadi Rusak Hingga Gagal Tanam

×

Imbas Banjir Melanda Kecamatan Kesamben Jombang, Sawah Petani Jadi Rusak Hingga Gagal Tanam

Sebarkan artikel ini
TERGENANG: Sawah di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben kembali dilanda banjir.

Desakita.co – Banjir yang merendam wilayah Kesamben menjadikan petani merugi besar.

Pasalnya, bibit padi yang sebelumnya mereka tanam rusak. Para petani terpaksa tanam ulang.

Suwandi salah seorang petani di Dusun Ingaskerep, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben mengaku sudah menderita kerugian hingga jutaan rupiah lantaran tanaman padinya rusak diterjang banjir berhari-hari.

”Yang tanam pertama sudah rusak kena banjir, ini sudah tanam ulang,” terangnya.

Ia mengaku sudah mengeluarkan uang mencapai sekitar Rp 5 juta rupiah untuk kebutuhan tanam padi di sawah seluas 7.400 meter persegi miliknya termasuk biaya tanam ulang.

Baca Juga: Peduli Bencana Banjir di Kesamben Jombang, Ini yang Dilakukan Keluarga Besar SMPN Jombang

Baca Juga:  Menengok Fasum Tirta Wisata di Desa Keplaksari Jombang: Makin Tak Terawat, Waterboom Terkunci

”Kemarin habis hampir Rp 5 juta buat ongkos ngolah sawah sama tanam,” ujar dia.

Saat ini, dirinya pun waswas dengan kondisi tanaman padinya. Pasalnya, tanam padi hasil tanam ulang juga tak luput dari banjir.

”Yang pertama sudah mati, ini yang tanam kedua kena banjir juga. Misalnya sampai seminggu tidak surut bisa-bisa mati semua lagi,” tutur Suwandi.

Tidak hanya miliknya, banyak tanaman petani lainnya juga rusak lantaran terendam banjir berhari-hari. ”Tahun ini parah sekali banjirnya,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan ke beberapa titik, terutama di Kecamatan Kesamben.

Baca Juga:  Tingkatkan Pemanfaatan SDA, Dosen Unwaha Gelar Sosialisasi Teknologi Wood Pellet kepada Warga Desa Ngampel Ngusikan Jombang

Karena meski sudah cenderung surut, beberapa titik masih tergenang.

”Jadi kemarin masih banyak yang masih persemaian, dan yang sudah tanam usia satu bulan aman. Bisa disulami lagi,” kata Rony.

Kendati begitu menurut dia, tak terpengaruh ke musim tanam padi wilayah setempat.

Baca Juga: Tinjau Banjir di Desa Jombok Kesamben, Begini Respons Pj Bupati Jombang

”Insya Allah tidak sampai lama mundurnya, karena begini sebagian petani sekarang sudah pakai sistem kletekan atau tidak pakai semai. Jadi pakai alat atau tanam benih langsung,” ujar Rony.

Baca Juga:  Banyak Aduan Warga, Pj Bupati Jombang Janji Benahi Parkir dan Tertibkan Bangunan Liar di Desa Jombang dan Kepatihan

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir merendam ribuan hektare lahan persawahan di sejumlah kecamatan. Akibatnya, banyak tanaman petani yang baru ditanam rusak.

Hasil pendataan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang tercatat areal sawah terendam banjir seluas 1.311 hektare, menyebar di lima kecamatan. Masing-masing menyebar di Kecamatan Kesamben, Sumobito, Peterongan, Gudo, dan Kecamatan Ploso.

Rinciannya, Kecamatan Kesamben mencapai 520 hektare, Kecamatan Sumobito 485 hektare, Kecamatan Peterongan 235 hektare, Kecamatan Gudo 4 hektare, dan Kecamatan Ploso 67 hektare

. ”Yang paling parah di Kecamatan Kesamben saat ini mencapai 520 hektare,” ujarn Kepala Disperta Jombang M Rony dikonfirmasi, Senin (16/12). (fid/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *