Pendidikan

Bikin Was-Was, SMPN 2 Jogoroto Jombang Rusak Butuh Perbaikan

×

Bikin Was-Was, SMPN 2 Jogoroto Jombang Rusak Butuh Perbaikan

Sebarkan artikel ini
RUSAK: Salah satu kerusakan pada atap kelas di SMPN 2 Jogoroto.

Desakita.co – SMPN 2 Jogoroto di Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang butuh rehab.

Kondisi bangunan sudah rapuh dan membahayakan.

Pengajuan rehab sudah dilakukan untuk tahun 2024.

’’Kami mengajukan rehab tidak setiap tahun, hanya sesuai dengan kebutuhan saja,’’ kata Edy Purnomo, kepala SMPN 2 Jogoroto, kemarin.

Tahun lalu, SMPN 2 Jogoroto mendapatkan bantuan rehab di dua kelas.

Kayu-kayu yang rapuh sudah diganti dengan kusen aluminium yang tahan rayap.

Baca Juga:  Tinggal 6 Hari Lagi! 1.216 Siswa SD di Jombang Belum Aktivasi PIP

Atap juga sudah diganti. Kini, dua ruang kelas lain serta laboratorium IPA diajukan.

Kondisi kerusakannya hampir sama. Kayu atap, plafon, sudah rapuh.

Beberapa titik plafon sudah bolong. Begitu juga kusen jendela.

Bahkan kaca jendela hampir lepas karena kayu penyangga bawah telah lepas.

Lantai juga sudah retak dan rusak.

’’Dulu, sekolah ini bekas sawah. Di sekelilingnya sekarang masih sawah, jadi banyak rayap, dan lembab,’’ tambahnya. Sekolah berdiri tahun 1998, sehingga perbaikan sudah waktunya dilakukan.

Baca Juga:  Pemberkasan Belum Komplet, 221 CPPPK guru SMA dan SMK asa Jombang Belum Terima SK Pengangkatan dari Pemprov Jawa Timur

Atap teras juga sudah mulai bergelombang. Namun Edy belum mengusulkan atap teras.

’’Bertahap karena antri. Tahun lalu dua, tahun ini kita ajukan dua ruang kelas dan satu ruang laboratorium IPA,’’ jelasnya.

Kondisi laboratorium IPA juga butuh rehab. Keramiknya sudah rusak.

Plafon juga mulai rusak, pintu bolong-bolong membuat kondisi lab semakin memprihatinkan.

Baca Juga:  IndoMS Jawa Timur Gelar Pelatihan Penguatan Kompetensi Diikuti Guru Matematika se-Jawa Timur, Ini Tujuannya

Tahun ini, SMPN 2 Jogoroto telah mengajukan rehab.

Mereka telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas PUPR Jombang, dan masuk kategori kerusakan sedang.

Proposal sudah diberikan kepada ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

’’Dapodik (data pokok pendidikan) juga sudah kami sesuaikan. Kami update setiap tahun menyesuaikan dengan kondisi terkini,’’ bebernya. (wen/jif/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *