Pendidikan

Unik, Pondok Pesantren di Desa Denanyar Jombang Ini Ngaji Kitab Kuning Pakai Bahasa Inggris

×

Unik, Pondok Pesantren di Desa Denanyar Jombang Ini Ngaji Kitab Kuning Pakai Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini
MAKNANI: Santri salah satu pondok pesantren di Desa Denanyar, Jombang ini mengaji kitab kuning dengan Bahasa Inggris. (Achmad RW/Radar Jombang)

DesaKita.co – Ngaji kitab kuning sambil menunggu waktu Maghrib alias ngabuburit saat puasa Ramadan, mungkin hal biasa di pondok pesantren. Namun, di salah satu pondok pesantren di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang ini, santri diajak ngabuburit sambil ngaji kitab kuning menggunakan bahasa Inggris.

Hal itu diterapkan kepada sejumlah santri di Pondok Pesantren Al Aziziyah Denanyar. Puluhan santri di pondok pesantren ini punya cara mengaji kitab kuning yang berbeda dari umumnya. Jika biasanya mengaji kitab kuning menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia, di pondok ini pengajiannya dilakukan menggunakan bahasa Inggris.

Baca Juga:  Siswanya Juara O2SN Tingkat Nasional, Begini Penjelasan Kepala SMPN 2 Jombang

Hal itu sudah biasa jadi kegiatan santri sehari-hari khusus bagi santri di asrama pendidikan bahasa Inggris di ponpes setempat. Sedikitnya terdapat 80-an santri yang dalam setiap harinya diwajibkan untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

”Seperti kegiatan pondok Ramadan lainnya, di pondok ini juga dilakukan kegiatan keagamaan, termasuk ngaji, yang berbeda kami memakai terjemahan bahasa Inggris,” terang KH Avin Nadirm, salah satu pengasuh PP Al Aziziyah.

Baca Juga:  Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Tarawih Cepat Jauh dari Allah

Pihaknya menyebut, selama Ramadan ini santri memiliki kegiatan ngaji kitab kuning selama dua kali dalam sehari. Yakni pagi menjelang waktu sekolah, dan siang hingga sore hari jelang Maghrib. ”Ya memang salah satunya kegiatan seperti ini menunggu waktu berbuka,” lontarnya.

Bahasa Inggris digunakan dalam terjemahan saat ngaji itu, juga dilakukan sebagai bentuk pendidikan berbeda dan bertaraf internasional. ”Siapa tahu suatu saat mereka bisa mensyiarkan agama Islam ini dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh dunia,” pungkasnya.

Baca Juga:  Inovatif! Mahasiswa ITEBIS PGRI Dewantara Jombang Luncurkan Usaha Sosial Berkelanjutan

Sementara itu, salah satu peserta ngaji mengaku sangat antusias dengan kegiatan ngaji kitab kuning berbahasa Inggris. ”Agak sulit memang kalau pas membacanya terlalu cepat. Tapi lama-kelamaan bisa kok, dan seru juga kan,” ungkap Aida Riskol Malika, salah satu santri. (riz/naz/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *