Pendidikan

Lewat Sedekah Sampah, Ini Upaya MTsN 10 Jombang Menuju Madrasah Adiwiyata

×

Lewat Sedekah Sampah, Ini Upaya MTsN 10 Jombang Menuju Madrasah Adiwiyata

Sebarkan artikel ini
2. Anggota pramuka MTsN 10 Jombang dikukuhkan sebagai anggota pramuka Garuda

Desakita.co – MTsN 10 Jombang di Desa Mancilan Kecamatan Mojoagung serius mewujudkan madrasah Adiwiyata.

Di bawah kepemimpinan Dra Sugiati, MPd, seluruh warga sekolah mulai diajak merubah mindset  untuk bisa hidup bersih dan sehat.

”Untuk mencanangkan adiwiyata sesungguhnya prosesnya masih lama dan panjang.

Tapi kita mulai dari sekarang, tidak cukup hanya perwajahan madrasah yang hijau saja, lingkungan yang bersih, yang paling penting adalah kesadaran masing-masing individu untuk hidup bersih dan sehat,” ungkap Dra Sugiati, MPd, Kepala MTsN 10 Jombang.

Saat ini, MTsN 10 Jombang mulai menanamkan kesadaran siswa untuk membiasakan hidup bersih dan sehat. Kebiasaan dimulai dari sosialisasi, utamanya kepada kantin madrasah.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Nama Kepala Desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang Terbaru Tahun 2024

Baca Juga: Rahasia MTsN 4 Jombang Punya Prestasi Gemilang: Fasilitasi Belajar Sesuai Bakat Siswa

Jajanan yang dijajakan di kantin madrasah, harus bebas dari 5P (Pengenyal, Perasa, Pengawet, Pemanis, Pewarna).

Begitu juga dengan kemasan yang digunakan, MTsN 10 Jombang mulai untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik.

”Yang biasanya jajan pentol pakai plastik, sekarang menggunakan tusuk bambu, yang biasanya es pakai plastik sekali pakai, sekarang pakai gelas cup, meski harganya naik sedikit, yang penting bisa meminimalisir sampah plastik di madrasah,” tambahnya.

Selain itu, Sugiati juga mengajak siswa-siswinya untuk melakukan sedekah sampah pada hari Jumat. Masing-masing siswa diminta untuk membawa minimal tiga botol bekas atau lebih maupun sampah kardus hingga jelantah (minyak goreng bekas pakai).

Baca Juga:  Inovatif! SMP Negeri 1 Bareng Jombang Fokus Program Perubahan Terarah dan Nyata

Sampah yang telah terkumpul kemudian dijual, sementara uangnya dipakai untuk membeli pot bunga dan bibit tanaman, serta menambah sarana prasarana madrasah untuk menunjang kebersihan seperti wastafel di setiap kelas.

MTsN 10 Jombang kini juga semakin asri, dengan adanya tanaman-tanaman baru dan terawat. Yang paling banyak ditemui di MTsN 10 Jombang adalah bunga anggrek dan bougenville.

Baca Juga: Keuletan Anik Muizzah Guru MTsN 4 Jombang Asal Desa Kwaron Berhasil Lahirkan 4 Karya

Beberapa jenis tersebut menghiasi MTsN 10 Jombang. Begitu juga dengan bunga bougenville, yang nantinya mengarah pada wirausaha.

Baca Juga:  Insentif Guru Paud di Jombang Dipotong, Dewan Pendidikan Minta Kesejahteraan Diperhatikan

”Ada di sini guru yang bisa rawat bougenville dengan baik, karena kita dekat sungai mau siramn-siram airnya juga melimpah, jadi nanti bisa kita wirausahakan, arahnya kesana tapi belum,” jelasnya.

Menurut Sugiati, penanaman prinsip hidup bersih dan sehat tidak mudah dilakukan.

Baca Juga: Perjalanan Maset Rahma, Alumnus SMAN 2 Jombang Kini Tempuh Pendidikan di Korea Selatan

Tak jarang, Sugiati turun sendiri ke kelas-kelas memberikan motivasi kepada siswa untuk menjaga pola makan dan kebersihan lingkungan madrasah.

”Sangat sulit, tapi alhamdulillah perlahan berjalan, siswa banyak yang bawa tumbler.

Sampah tusuk pentol yang tadinya dimana-mana sekarang sudah mulai tertib dibuang ke tempat sampah,” jelasnya. (wen/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *