DesaKita.co – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wastra Sejahtera Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Jombang kian mengukuhkan diri sebagai penghasil kain tenun khas daerah.
Keahlian menenun yang dimiliki para perajin desa setempat kini berkembang menjadi potensi ekonomi kreatif bernilai tinggi.
Kepala Desa Penggaron Rikoret Hendrik menerangkan, awal terbentuknya Pokmas Wastra Sejahtera tak lepas dari peran Pemerintah Desa Penggaron pada 2019.
Saat itu, pemdes memfasilitasi warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk bangkit melalui keterampilan menenun.
”Dibentuklah pokmas beranggotakan ibu-ibu perajin dengan keahlian menenun untuk memproduksi kain tenun dengan menggunakan bantuan alat tenun manual,” terangnya.
Keterampilan para perajin menghasilkan kain tenun dengan tampilan elegan dan bernilai artistik.
Perpaduan ketelatenan dan penggunaan benang khas Jombang menghadirkan karya berkesan natural, kokoh, sekaligus etnik.
Belakangan, Pokmas Tenun Wastra Sejahtera juga menjalin kolaborasi dengan tim dosen Desain Interior Petra Christian University (PCU) Surabaya.
Kerja sama ini didanai hibah Program Inovasi Seni Nusantara Kemendikbudristek 2025, dengan tujuan menggeser paradigma kain tenun menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
Pendampingan telah dilakukan sejak September 2025. Mulai dari pemetaan masalah, pendataan bahan baku, pelatihan desain motif, pemasaran digital, manajemen pameran, hingga produksi prototipe.
Program ini membuka peluang pengembangan produk turunan di bidang fashion dan interior lainnya.
Proses pendampingan berujung pada penetapan Pokmas Wastra Sejahtera sebagai kawasan sentra tenun, Senin (15/12).
Lokasinya berada di Jalan Tempuran RT 08/RW 02, Dusun Penggaron. Peresmian revitalisasi sekaligus serah terima barang hibah dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, jajaran Forkopimcam Mojowarno, tim dosen Desain Interior PCU Surabaya, serta tamu undangan.
”Ke depannya hasil karya yang sebelumnya telah didesain bersama antara akademisi, mahasiswa, dan perajin diharapkan dapat menciptakan produk yang relevan dengan pasar modern dan permintaan customer serta sesuai perkembangan zaman tanpa mengikis nilai tradisional dan kekhasannya,” pungkasnya. (dwi/naz)












