Asal-UsulLifestylePotensi

Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Junjung Tinggi Nilai Sosial

×

Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Junjung Tinggi Nilai Sosial

Sebarkan artikel ini
TRADISI: Masyarakat Kelurahan Blooto berdoa bersama di Makam Mbah Jimat dalam tradisi nyadran yang menjadi agenda tahunan yang digelar setiap bulan Ruwah.

Desakita.co – Tak hanya kearifan lokal, semangat kegotongroyongan juga masih terpelihara di Kelurahan Blooto.

Karenanya, tradisi-tradisi yang berlandaskan kerukunan menjadi bagian dari keseharian di tengah masyarakat.

Keguyuban masyarakat di Kelurahan Blooto dapat dijumpai dalam tradisi soyo.

Secara sukarela, warga akan saling membantu kepada orang lain yang sedang membangun rumah tinggal.

Baca Juga:  Cerita Muhlashon Jalaluddin Warga Desa Pucangsimo Jombang Tinggal di Mesir (2): Perayaan Ramadan Lebih Meriah, Tak Ada Tradisi Mudik Saat Lebaran

Terutama saat bubak bumi alias membuat fondasi maupun munggah kudo atau membangun atap.

”Masyarakat menjunjung tinggi nilai sosial. Itu yang berupaya kita pelihara di Kelurahan Blooto ini,” papar Lurah Blooto Wahyudi.

Di samping itu, warga juga saling mempererat silaturahmi saat peringatan hari besar keagamaan juga kerukunan.

Baca Juga:  Muhammad Luth Zakky, Guru MAN 7 Jombang Ajak Siswa Berprestasi Sekaligus Berkarakter, Yuk Intip Profilnya

Antara lain dengan masih eksisnya tradisi sakbanan, barikan, maulidan, hingga tradisi unjung-unjung saat Hari Raya Lebaran.

Masyarakat juga bersedekah saat hari Rabu Wekasan dan membagikan bubur ketika bulan Safar.

”Tradisi-tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat ini akan semakin menambah nilai guyub dan kerukunan warga,” tandas dia.

Baca Juga:  Desa Kromong Ngusikan Jombang Tiap Tahun Rutin Gelar Sedekah Bumi, Pemdes: Lestasikan Budaya dan Kearifan Lokal di Era Modern

Dengan luas wilayah 178 hektare, sekitar 40 hektare persen wilayah Kelurahan Blooto berupa persawahan.

Karena itu, hingga kini juga masih dijumpai tradisi keleman yang dilakukan oleh petani jelang musim tanam padi. (ram/ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *