Pemerintahan

Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan Jombang Optimalkan Embung Grojogan sebagai Destinasi Wisata, Ini Caranya

×

Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan Jombang Optimalkan Embung Grojogan sebagai Destinasi Wisata, Ini Caranya

Sebarkan artikel ini
POTENSI WISATA ALAM: Kepala Desa Plabuhan Andi (dua dari kiri) mendampingi Camat Plandaan Lia Aprilianna Isna Sari dan perwakilan BBWS Brantas saat meninjau lokasi Waduk Ringin Jenggot atau Embung Grojogan di Dusun/Desa Plabuhan.

Desakita.co – Upaya mengangkat potensi wisata lokal terus digenjot Kecamatan Plandaan melalui program Pandora (Plandaan Dalam Panorama). Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi alam Waduk Ringin Jenggot atau Embung Grojogan di Desa Plabuhan.

Komitmen itu ditunjukkan Pemdes Plabuhan dengan mulai memaksimalkan pengembangan kawasan embung sebagai destinasi wisata. Selain sebagai penampung air dan pengendali banjir, embung seluas sekitar 10 hektare tersebut dinilai memiliki daya tarik wisata yang cukup besar.

Baca Juga:  Inovasi Kecamatan Bareng Jombang: Wujudkan Layanan Publik Berbasis Digital dan Terintregasi

Kepala Desa Plabuhan Andi mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terkait perizinan pemanfaatan aset. ”Koordinasi sudah kami lakukan agar pengembangan bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Embung Grojogan sendiri sudah dikenal masyarakat sebagai destinasi wisata lokal. Suasana alam yang asri menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Untuk menambah minat, setiap tahun juga digelar kegiatan pemancingan terbuka.

Baca Juga:  3 Lokasi Jadi Alternatif, Kajian Hunian Tetap Warga Terdampak Longsor di Desa Sambirejo Wonosalam Jombang

Tak hanya itu, embung ini juga menyimpan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Nama Ringin Jenggot dikaitkan dengan kisah sosok Mbah Jenggot yang dipercaya mampu mengendalikan sumber mata air di kawasan tersebut.

Sementara itu, Camat Plandaan Lia Aprilianna Isna Sari menegaskan, pengembangan embung tidak hanya berorientasi pada wisata, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi warga. ”Potensi ini harus dijaga dan dikembangkan agar memberi nilai tambah bagi masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Buruh, PLN UP3 Mojokerto Berikan Bantuan Listrik Gratis

Melalui program Pandora, potensi-potensi lokal di wilayah Plandaan diharapkan dapat terangkat, sekaligus membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan asli desa (PADes). (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *