Desakita.co – Selain tradisi budaya, masyarakat di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto juga tetap merawat resep kuliner kue serabi.
Salah satu jajanan tradisional ini terus dipopulerkan melalui festival serabi.
Tak hanya resep, proses pembuatan kudapan ini pun masih dilakukan secara konvensional.
Olahan kue berbahan dasar tepung beras, parutan kelapa, dan santan ini dimasak mengunakan wajan tanah liat.
Uniknya, serabi dimasak di atas tungku kayu bakar dan tanpa menggunakan minyak goreng.
”Sebelum menuangkan adonan, wajan diusap dengan daun waru sebagai pengganti minyak,” papar Yayuk, salah satu warga pembuat kue serabi.
Hampir semua warga mewarisi keahlian membuat kue legendaris ini.
Karenanya, lingkungan ini dijuluki kampung serabi.
”Memang tidak dibuat setiap hari, tapi serabi menjadi jajanan wajib dalam peringatan hari besar maupun nyadran di Kelurahan Blooto,” tandas Lurah Blooto Wahyudi.
Karena itu, pihaknya berupaya mempertahankan serabi sebagai kuliner khas dari Kelurahan Blooto.
Untuk melestarikan sekaligus sebagai ajang promosi, setiap tahun juga dilaksanakan festival serabi yang rutin digelar jelang bulan Ramadan.
”Tahun ini ada 2.600 kue serabi yang dibuat oleh warga dalam festival. Harapannya, semoga bisa tetap lestari serta dapat meningkatkan ekonomi warga,’’ harap Wahyudi. (ram/ris)








