DesaKita.co — Alfath Flemmo termasuk talenta muda asal Kabupaten Jombang yang kiprahnya menembus panggung nasional hingga internasional.
Pemuda dengan nama asli Maharsyalfath Izlubaid Qutub Maulasufa menunjukkan, generasi muda daerah mampu berperan strategis dalam industri musik global.
Tidak hanya sebagai pencipta karya, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem dan pemikir industri berbasis teknologi.
Alfath lahir di Jombang 3 Februari 2004. Merupakan alumni MAN 1 Jombang 2022.
Sepanjang 2018 hingga 2025, Alfath dikenal aktif dan produktif sebagai composer, produser, arranger, audio engineer, sound designer, music entrepreneur, sekaligus music-tech innovator.
Dia sudah menciptakan, mengomposisi, dan memproduksi lebih dari 100 karya lagu orisinal lintas genre.
Sejumlah karya yang menonjol antara lain, lagu Menjadi Bintang untuk Felicia Angelica. Luka Tak Terobati untuk Deddy Chen. Bulan di Ujung Senja untuk Amandha Ayu. You Are Enough untuk Viokichi.
”Serta terlibat sebagai arranger dan audio engineer pada lagu U Can Have Him milik Serafesya,” kata Alfath, warga Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang ini.
Dia merupakan Founder & CEO FMG Universe. Sebuah ekosistem musik terintegrasi berbasis di Jakarta yang berevolusi dari Flemmo Music Global yang berdiri sejak 2018.
Melalui visi ’’One OS for Music’’, FMG Universe menghubungkan proses kreatif musik, mulai dari penciptaan, produksi, hingga sound design dengan teknologi audio, distribusi digital.
”Serta infrastruktur bisnis dan manajemen hak cipta yang relevan dengan kebutuhan industri musik modern,” imbuhnya.
Alfath juga dikenal sebagai programmer IT dengan kompetensi di bahasa pemrograman Python dan React.
Ia mendirikan FigoTech Indonesia, perusahaan teknologi kreatif yang mengembangkan TuneXpert DAW AI.
Sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung proses produksi musik, analisis kualitas audio (loudness, LUFS, dinamika).
”Juga optimalisasi standar rilis global di berbagai platform digital,” katanya. (fid/jif)












