Desakita.co – Memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Desa (Pemdes) Leminggir, Kecamatan Mojosari. Salah satu upayanya adalah dengan ikut merealisasikan pembangunan Jembatan Turi guna mendukung mobilitas warga dalam meningkatkan perekonomiannya.
Sejak diusulkan Agustus 2025 lalu, jembatan ikonik yang melintang di atas Sungai Brantas ini akhirnya siap direvitalisasi mulai April 2026. Kabar revitalisasi tersebut setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersama Dinas PUPR dan Kementerian PU Bina Marga meninjau langsung jembatan yang sejak 1997 itu tak pernah diperbaiki.
Dalam kunjungannya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa yang didampingi Kepala Desa Leminggir Khusaeni melihat dari dekat kondisi struktur Jembatan Turi yang sudah dimakan usia. Khususnya kayu lantai dasar jembatan yang sudah mengalami pelapukan atau keropos sehingga membahayakan pengendara.
Meski beberapa titik lantai telah ditambal warga secara swadaya menggunakan pelat besi, hal ini belum cukup mengurangi risiko kecelakaan.
’’Alhamdulillah, atas laporan kami, pembangunan menyeluruh Jembatan Turi dijadwalkan dimulai pada April 2026. Jembatan ini adalah jalur vital penghubung antara Mojosari dengan Sidoarjo,’’ ungkap Kepala Desa Leminggir Khusaeni.
Dengan dibangunnya jembatan di Desa Leminggir ini, Khusaeni berharap aktivitas warga tak lagi dibayangi bahaya kecelakaan atau tercebur sungai. Khususnya para petani, pelajar, hingga pedagang agar bisa melintasi jembatan dengan aman dan bekerja dengan nyaman.
’’Jembatan Turi ini merupakan satu-satunya akses petani menuju persawahan yang ada di sisi selatan Sungai Brantas. Karena 100 hektare lahan sawah warga Desa Leminggir ada di selatan sungai, sehingga harus menyeberang jembatan,’’ pungkasnya. (far/fen)












