Pemerintahan

Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek Lestarikan Tradisi Sedekah Desa di Punden Mbah Sumber

×

Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek Lestarikan Tradisi Sedekah Desa di Punden Mbah Sumber

Sebarkan artikel ini
NGURI-URI TRADISI LELUHUR: Kepala Desa Balongbesuk M. Saifur dan Forkopincam Diwek membaur bersama warga setempat saat acara sedekah desa dan pagelaran wayang kulit di punden Mbah Sumber, Kamis (28/5) siang.

Desakita.co– Warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, terus melestarikan tradisi sedekah desa yang digelar rutin setiap tahun. Kegiatan dipusatkan di punden Mbah Sumber. Sosok yang dipercaya sebagai pembabat alas Desa Balongbesuk. Sedekah desa sebagai wujud rasa syukur warga atas hasil panen sekaligus doa bersama agar desa dijauhkan dari musibah.

Punden yang diyakini sebagai petilasan Mbah Sumber terletak di area persawahan. Di lokasi itu juga terdapat sumur tua yang hingga kini tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau. Airnya oleh sebagian warga dipercaya memiliki khasiat.

Baca Juga:  Hari Jadi ke-733, Pemkab Mojokerto Beri Relaksasi Pajak Daerah, Bebaskan Denda hingga Juni 2026

Kepala Desa Balongbesuk M. Saifur mengatakan, sedekah desa menjadi wujud rasa syukur warga atas hasil panen sekaligus doa bersama agar desa dijauhkan dari musibah. ”Hal ini menjadi wujud rasa syukur warga atas hasil pertanian yang melimpah, sekaligus berharap berkah serta dihindarkan dari musibah yang tidak diharapkan, serta menggambarkan semangat untuk nguri-uri tradisi leluhur,” ujarnya.

Baca Juga:  Tunjang Mobilitas Warga, Pemdes Pandanwangi Jombang Fokus Tingkatkan Infrastruktur Jalan

Tradisi yang digelar setiap bulan Besar pada Kamis Kliwon itu diikuti penuh antusiasme warga. Mereka membawa makanan, jajanan tradisional, melakukan tabur bunga dan doa bersama di punden. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga desa.

Saifur menambahkan, rangkaian sedekah desa tahun ini diawali dengan penyembelihan kerbau dan tahlilan pada Rabu (27/5), dilanjutkan tasyakuran serta pagelaran wayang kulit di punden pada Kamis (28/5). ”Puncak acara sedekah desa dimeriahkan dengan pagelaran kesenian tradisional jaranan di lapangan Dusun Balongbesuk, Minggu (31/5) mendatang,” terangnya.

Baca Juga:  Coblosan Semakin Dekat! Logistik Bilik Suara di Jombang Mulai Dipindahkan ke Kecamatan

Sebelum acara puncak, warga juga menggelar kerja bakti di area punden serta doa bersama. Kepala kerbau hasil urunan petani dikonsumsi saat malam tahlil, sementara dagingnya dibagikan kepada masyarakat. ”Nantinya kepala kerbau dikonsumsi bersama saat malam tahlil, sementara sisa dagingnya dibagikan kepada masyarakat terutama petani karena kerbau tersebut merupakan hasil urunan para petani,” pungkas Saifur. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *