Desakita.co – Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang dikenal sebagai sentra produsen ketupat lepet.
Pasalnya, banyak warga di dusun ini yang bekerja sebagai produsen ketupat dan lepet.
Asrofi, 59, Kasun Ngembeh, menjelaskan, dari total 1.040 warga di dusunnya, hampir 75 persennya beraktivitas sebagai pembuat ketupat dan lepet.
Ada yang memproduksi, ada juga yang khusus menjadi buruh ketupat.
’’Per orang rata-rata memproduksi 2.000 ketupat pada hari normal. Tapi kalau Lebaran bisa meningkat tiga kalipatnya,’’ tambahnya.
Ia sendiri, juga memproduksi lontong.
’’Pada hari normal per hari sekitar 1.200,’’ jelasnya.
Dijelaskan, tingginya permintaan ketupat, lontong dan lepet biasanya terjadi hari hari tertentu.
Misalnya, pada H+7 Lebaran.
Banyak masyarakat mengadakan kenduri ketupat di musala dan masjid usai salat Subuh sebagai bentuk tradisi Lebaran ketupat.
Baca Juga: 5 Desa di Jombang dengan Potensi UMKM Berkembang, Nomor 4 Eksis Sejak 1970
Sementara itu, Muji Slamet, 59 salah seorang produsen ketupat lepet menceritakan, dalam momentum lebaran bisa menghabiskan 50 – 70 kilogram beras ketan.
“Sehari habis 50 kilogram beras bahkan lebih, pesanan cukup banyak. Biasanya produksi 2.000, sekarang naik 5 kali lipat,” ujarnya.
Slamet mengatakan, pesanan ketupat lepet produksi Dusun Ngembeh tak hanya diminati pasar lokal. Melainkan pasar luar daerah seperti Surabaya, Krian, Mojokerto dan lain-lain. ” Ada yang ke Mojosari, Prambon dan Surabaya,’’ pungkasnya. (ang)












