Asal-UsulPemerintahanPotensiWisata

Desa Duyung, Kecamatan Trawas Gelar Ruwah Dusun untuk Menjaga Tradisi dan Melestarikan Nilai Luhur

×

Desa Duyung, Kecamatan Trawas Gelar Ruwah Dusun untuk Menjaga Tradisi dan Melestarikan Nilai Luhur

Sebarkan artikel ini
GUYUB RUKUN: Wabup Muhammad M. Rizal Octavian memetik hasil bumi sebagai simbol wujud syukur warga Dusun Bantal, Desa Duyung, Kecamatan Trawas,.

Desakita.co – Warga Desa Duyung, Kecamatan Trawas, khususnya di Dusun Bantal tampak bersukacita, kemarin (18/1). Sebab, puncak ruwah dusun yang biasa diperingati setiap tiga tahun sekali ini sekaligus untuk menjaga tradisi dan melestarikan nilai-nilai keluhuran.

Kepala Desa Duyung Jurianto Bambang Siswanto mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi untuk melestarikan budaya dan adat istiadat Jawa, khususnya di Dusun Bantal. Di mana, hal itu bertujuan untuk mensyukuri nikmat kesehatan dan hasil pertani.

”Ini juga untuk mempererat kebersamaan dan melestarikan budaya serta adat istiadat Jawa di Dusun Bantal, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga,” terangnya.

Tak sekadar arak-arakan hasil bumi dan pertunjukan seni, kegiatan ruwah dusun ini juga diisi dengan rangkaian acara lainnya. Seperti istighotsah, tahlil, dan yasinan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/1) malam.

Baca Juga:  Usulan Calon Pimpinan Definitif DPRD Jombang Periode 2024-2029 Komplet, Ini Sosoknya

”Harapannya, masyarakat semakin guyub dan rukun dalam kehidupan sehari-hari. Terwujudnya gema ripah loh jinawi, toto tentrem raharjo di dusun ini,” ungkapnya.

Warga dan pemdes juga sempat berziarah ke punden Tinep, tempat pemangku Mbah Duto Wijoyo. Menurutnya, kunjungan ke punden Tinep merupakan bentuk penghargaan kepada leluhur.

”Ini adalah bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya lokal,” tandasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi memberikan apresiasi atas terselenggaranya ruwah dusun di Desa Duyung. Di mana, kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang perlu dilestarikan karena mencerminkan semangat gotong royong, budaya, menghormati leluhur, serta melibatkan doa bagi para tokoh desa terdahulu.

Baca Juga:  BUMDes Berprestasi, Desa Ngampungan Jombang Raih Bantuan Rp 100 Juta

”Ruwah dusun adalah kegiatan yang perlu dilestarikan setiap tahunnya. Tidak hanya di Desa Duyung, banyak desa di Kabupaten Mojokerto juga masih mempertahankan tradisi serupa, seperti sedekah dusun ini,” terangnya.

Kegiatan ruwah dusun ini turut dihadiri Wakil Bupati Mojokerto dr. Muhammad Rizal Octavian. Ia mengapresiasi tradisi sedekah bumi sebagai wujud syukur dan pelestarian nilai luhur.

”Tradisi ini harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan karena nilai luhurnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Outing Class di Mojokerto Maksimalkan Budaya dan Sejarah Kejayaan Majapahit

Ia juga menyoroti potensi luar biasa Kecamatan Trawas, dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa.

”Kecamatan Trawas memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian dan lingkungan. Potensi pariwisata juga sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Meliputi, peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” imbuh dia.

Pelestarian budaya lokal, lanjutnya, juga menjadi fokus agar desa semakin maju dan mandiri. Dengan demikian, diharapkan kegiatan sedekah bumi ini dapat memperkuat identitas desa secara signifikan.

”Semoga kegiatan ruwah dusun ini membawa keberkahan, hasil panen melimpah, dan kehidupan rukun bagi warga,” pungkasnya. (oce/ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *