Uncategorized

Inovatif! Desa Kayen Jombang Optimalkan Perpustakaan Keliling Guna Tingkatkan Budaya Literasi

×

Inovatif! Desa Kayen Jombang Optimalkan Perpustakaan Keliling Guna Tingkatkan Budaya Literasi

Sebarkan artikel ini
INOVATIF: Kepala Desa Kayen Hasanudin (mengenakan topi) dan jajaran perangkat desa mendampingi Camat Bandarkedungmulyo Hariyanto saat membaca buku di perpustakaan Cahaya Asa Desa Kayen.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo berinovasi dalam mengoptimalkan peran perpustakaan desa (perpusdes). Tujuannya untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat. Tidak hanya sekadar menunggu pengunjung untuk membaca di ruangan yang telah disediakan di kantor desa, Pemdes Kayen juga berinovasi dengan mengadakan layanan perpustakaan keliling.

Kepala Desa Kayen Hasanudin menuturkan bahwa program perpusdes keliling ini baru berjalan beberapa tahun terakhir. ”Kami juga mendatangi sekolah-sekolah dan saat ada kegiatan masyarakat yang ada di desa, kami juga membawa buku koleksi perpusdes,” terangnya.

Baca Juga:  Komitmen Dukung Pengelolaan Sampah, Le Minerale Terima Apresiasi dari KLHK

Menurutnya, cara tersebut sangat efektif dalam mewujudkan peran perpusdes sebagai pusat informasi dan pemberdayaan masyarakat di desa. Perpurdes Kayen mulai eksis sejak 2013. Mulanya pemerintah desa mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan dan setelahnya menerima hibah buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur. ”Perpusdes kami sempat vakum selama kurang lebih 2,5 tahun karena terdampak alih fungsi, selama pindahnya kantor desa dari lokasi lama pada 2014 akhir menuju lokasi baru 2017 saat ini,” tambah Hasanudin.

Baca Juga:  Rencana Pembangunan Embung di Desa Purisemanding Jombang Belum Jelas, Begini Penjelasannya

Baca Juga: Perkuat Keamanan di Lingkungan Desa, Pemdes Mojowangi Jombang Hidupkan Siskamling

Setelah penetapan lokasi kantor desa baru, Pemdes Kayen memulai kembali penataan untuk mensosialisasikan dan mengoptimalkan perpusdes, termasuk pemilihan nama sebagai identitas. Penamaan Cahaya Asa sejak 2024 berasal dari filosofi bahwa tujuan awal berdirinya adalah sebagai bentuk transformasi keilmuan dan pengetahuan. ”Ilmu kami anggap sebagai Cahaya yang melambangkan pemberi titik terang dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan Asa merujuk pada arti harapan, karena pihak pengelola ingin perpusdes menjadi solusi dalam mewujudkan harapan pembaca,” terang Hasanudin.

Baca Juga:  Error, PJU di Jembatan Ploso, Jombang Nyala Saat Siang Bolong

Kepala Perpusdes Cahaya Asa Niswatin Choiroh menambahkan, pihaknya terus berinovasi membuat program kerja serta penjadwalan rutin dalam mensosialisasikan keberadaan perpusdes. ”Kami kerap mengunjungi berbagai kegiatan masyarakat melalui program perpustakaan keliling untuk mengajak para pengunjung membaca buku,” terangnya. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *