Lifestyle

Sosok Yusuf Nurdiawan, Warga Desa Mancilan Jombang dengan Segudang Prestasi Tenis Meja

×

Sosok Yusuf Nurdiawan, Warga Desa Mancilan Jombang dengan Segudang Prestasi Tenis Meja

Sebarkan artikel ini
BERPRESTASI: Guru SMKN Mojoagung, Yusuf Nurdiawan, mengikuti kejuaraan tenis meja. (IST)

DesaKita.co – Menjadi guru tidak membuat Yusuf Nurdiawan meninggalkan dunia yang sudah ditekuninya sejak kecil. Guru Penjasorkes SMKN Mojoagung ini tetap aktif sebagai atlet sekaligus pelatih tenis meja. Berbagai prestasi ditorehkannya, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Yusuf lahir di Jombang, 23 Agustus 1988. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Rudi Hariyadi dan Nur Khasanah. Sang ayah berasal dari Solo, sedangkan ibunya berasal dari Kecamatan Perak, Jombang.

Yusuf menempuh pendidikan di SDN 1 Mancilan, kemudian SMP Al Huda, Kediri, dan SMA Kristen Petra, Kediri. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri dengan jurusan Penjasorkes.

Bakat olahraga Yusuf tidak lepas dari lingkungan keluarganya. Kedua orang tuanya merupakan guru olahraga.

Baca Juga:  Akibat Jaringan Error, Ribuan ASN di Jombang Galau Tak Bisa Lunasi PBB, Dampaknya TPP Tak Cair

’’Ibu saya atlet tenis meja, sementara ayah dulu merupakan pemain hoki,’’ kata warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung ini.

Sejak usia 9 tahun, Yusuf sudah diarahkan orang tuanya untuk menekuni tenis meja. Ia kemudian bergabung dengan klub dan mulai mengikuti berbagai kejuaraan.

Perjalanannya menuju level nasional ditempuh secara bertahap. Kiprahnya kemudian berlanjut ke level internasional saat usia 16-17 tahun.

’’Sejak kecil sudah diarahkan orang tua ikut klub. Proses mencapai nasional itu dari juara kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan nasional dan terakhir internasional,’’ imbuhnya.

Bakatnya semakin berkembang setelah pada 2000 mengikuti seleksi atau talent scouting se-Jawa Timur. Dalam seleksi, Yusuf berhasil menjadi juara pertama dan kemudian direkrut klub Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Surya Gudang Garam, Kediri. Ia di sana selama 8 tahun.

Baca Juga:  Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon Uri-Uri Budaya, Lestarikan Kearifan Lokal

”Pengalaman bersama klub ini ikut membentuk perjalanan saya sebagai atlet tenis meja hingga mampu bersaing di berbagai ajang,” ujarnya.

Sejumlah prestasi berhasil diraih Yusuf sejak masih berstatus pelajar. Pada 2005, ia meraih juara tiga ganda putra ajang SEATTA (South East Asian Table Tennis Association) di Jakarta. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi juara beregu di Asian School di Malaysia dalam kejuaraan tingkat Asia. Serta juara beregu di Brunei Darussalam.

Setahun kemudian, prestasi internasional kembali dia raih. Yusuf juara satu tunggal putra Student SEA Open tingkat ASEAN 2006 di Jakarta. Ia juga meraih juara dua dalam Pra-PON tenis meja di Jakarta 2007.

’’Masih banyak lagi prestasi open turnamen atau kejuaraan terbuka yang pernah saya ikuti,’’ kata pelatih PTM Yurais, Mojoagung.

Baca Juga:  War Takjil dan Toleransi Beragama

Perjalanan olahraga berjalan beriringan dengan pendidikan. Kariernya sebagai guru dimulai 2010. Hingga kini, Yusuf masih mengabdikan diri sebagai ASN guru Penjasorkes di SMKN Mojoagung.

Tidak hanya mengajar, Yusuf juga mulai menekuni dunia kepelatihan sejak 2009. Aktivitas sebagai pelatih masih dijalaninya hingga sekarang. Di sela menjalankan tugas sebagai guru dan pelatih, ia juga tetap aktif sebagai atlet.

Prestasi di dunia tenis meja pun terus berlanjut. Yusuf meraih juara tenis meja nasional dalam Pekan olahraga, seni, dan pembelajaran (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2025.

Terbaru, ia menorehkan prestasi dengan menjadi juara satu beregu putra Kejurnas Tenis Meja di Jakarta 2026. (fid/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *