Lifestyle

War Takjil dan Toleransi Beragama

×

War Takjil dan Toleransi Beragama

Sebarkan artikel ini

Desakita.co – Bulan puasa sangat dirindukan umat Islam. Selain ingin mendapatkan keberkahan datangnya bulan Ramadan, ternyata juga banyak  momen spesial yang menjadi tradisi yang hanya ada di bulan Ramadan.

Tidak hanya ritual seperti tarawih, sahur, atau buka bersama. Tetapi juga kebiasaan untuk mencari makanan dan minuman (takjil) menjadi bagian penting dalam momen spesial Ramadan yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Bulan Ramadan 2024 ini menjadi sangat menarik  dan berbeda karena kebahagian bulan Ramadan khususnya  berburu takjil  di masyarakat Indonesia tidak hanya umat Islam yang menikmati.

Baca Juga:  Baik untuk Antioksidan Hingga Kesehatan Jantung! Ini 7 Manfaat Daun Mengkudu untuk Kesehatan

Umat non Islam yang tren disebut dengan ”nonis” juga sangat menikmati ikutan berburu takjil layaknya umat Islam yang dikemas dengan istilah tren saat ini ’’war takjil.”

Fenomena berburu takjil menjadi tema menarik dalam media sosial. Baik itu di instagram, youtube, tiktok dan media sosial lainnya. Bahkan menjadi tranding topik .

Ungkapan  jenaka yang viral  di tiktok dari pendeta muda bernama Steven Marcel ketika khotbah Minggu di Gereja  Tiberias Indonesia. ’’Soal agama kita toleransi, tapi untuk takjil harus maju duluan.’’

Baca Juga:  Sosok Pujianto, Warga Desa Gudo Jombang yang Sukses Bangun Karier Dirgantara di Jerman

Tidak kalah serunya balasan dari tiktok umat Islam; Nanti ketika Paskah,  telur- telur akan kita borong semua biar  ketika Paskah pakai kinderjoy saja. War takjil ini terus berlangsung seru dan hangat sepanjang bulan puasa.

Menjadi momen kocak perang takjil nonis dan umat Islam yang menjadi hiburan dan tontonan yang menarik diikuti. Serta mencari cuan di media sosial untuk tiktoker, youtuber ataupun instagram.

Baca Juga:  Cegah Serangan DBD, Desa di Jombang Libatkan Lintas Sektoral Gelar Aksi PSN Serentak

Tanpa kita sadari toleransi dan kerukunan umat beragama dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari di bulan suci Ramadan ini.

Seperti imbauan Menteri Agama kita Yaqut Cholil Qoumas yang senantiasa mengajak tokoh dan umat beragama untuk merawat dan meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.

Hal ini menunjukan betapa indahnya toleransi beragama di Indonesai  sesuai denga semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh Erviningsih Setyorini SPd MPd (Guru MAN I Jombang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *