PemerintahanPendidikan

Soal Kualitas Proyek Gedung Sekolah Buruk, Dewan Pendidikan Jombang: Kontraktor Memburu Untung, Abaikan Keselamatan Siswa

×

Soal Kualitas Proyek Gedung Sekolah Buruk, Dewan Pendidikan Jombang: Kontraktor Memburu Untung, Abaikan Keselamatan Siswa

Sebarkan artikel ini
SUDAH RUSAK: Kondisi SMPN 1 Sumobito sudah rusak padahal baru dua bulan dipakai. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

DesaKita.co – Beberapa sekolah sudah rusak padahal baru selesai direhab. Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang meminta agar kontraktor tak memburu untung tinggi dengan kualitas bangunan yang rendah.

Karena bangunan sekolah ditempati siswa. Jika kualitasnya buruk, bisa membahayakan siswa.

’’Jangan sampai memburu keuntungan tinggi, tapi mengesampingkan kualitas bangunan,’’ kata Muhyiddin, ketua Dewan Pendidikan Jombang.

Proyek di lembaga pendidikan harus benar-benar diperhatikan. Mengingat lembaga pendidikan dipakai anak-anak untuk belajar. Proyek yang dikerjakan asal-asalan bakal membahayakan keselamatan siswa dalam belajar.

Baca Juga:  Intip Profil Sunarsih Atlet Softball Nasional yang Kini Jadi Guru di SMPN Sumobito Jombang

’’Jangan sampai karena memburu keuntungan, aspek keselamatan siswa menjadi taruhan,’’ terangnya.

Pihak sekolah juga harus aktif menghubungi kontraktor jika bangunan mengalami kerusakan selama masa pemeliharaan. Sehingga kontraktor bisa melakukan perbaikan agar tak sampai membahayakan siswa.

’’Ada masa pemeliharaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga bisa ikut membantu untuk koordinasi,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Kuota CJH Jombang Bertambah, Ini Jadwal Pelunasan Bipih di Jombang Tahap Pertama

SDN Dukuhpundong 1 Kecamatan Diwek sempat dikeluhkan bocor setelah dua bulan selesai pembangunan. Kamis (15/2) mulai diperbaiki lagi.

’’Hari ini (kemarin) dinas P dan K sudah datang ke sekolah. Kontraktornya sudah melakukan klarifikasi, sudah diperbaiki semua. Mudah-mudahan kedepan tidak ada kebocoran lagi,’’ urai Ainul Fatroh, kepala SDN Dukuhpundong 1 Diwek.

Baca Juga:  Kenalin! Molas Belle Tertia Nihar, Remaja Asal Jombang yang Isi Liburan Sekolah sebagai Ladang Ilmu dan Peningkatan Diri

Sebelumnya, beberapa titik mengalami kebocoran, lis plafon juga menganga karena lem kurang rapat.
SMPN 1 Sumobito juga sudah rusak padahal baru dipakai dua bulan.

Lantai teras perpustakaan ambles, nat antara granit juga rapuh, bahkan di dalam gudang buku juga bocor. Rehab SMPN 1 Sumobito berasal dari dana alokasi khusus (DAK) 2023 senilai Rp 1 miliar. (wen/jif/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *