Desakita.co – Seorang pasien yang masih terpasang infus di tangan hendak kabur dari RSUD Jombang Rabu (13/3) siang. Petugas scurity dibuat kewalahan karena pasien ngotot ingin pulang.
”Aku tidak mau, aku mau pulang, soalnya belum bayar, tidak bisa dioperasi,’’ lontar pria yang mengaku bernama Bambang ini.
Pria yang mengaku warga Dusun Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung ini berteriak jika ingin pulang karena tak punya biaya operasi. Ia juga sempat menegur petugas yang membujuknya.
”Emoh, pokok e emoh, (tidak mau, intinya tidak mau),’’ katanya.
Insiden itu tak hanya membuat warga berduyun duyun melihat.
Namun juga membuat kendaraan yang hendak keluar menuju pintu parkir tersendat.
Hingga 30 menit berlalu, petugas yang dibantu warga akhirnya membujuk pasien dan mau kembali ke ruang perawatan.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur RSUD Jombang dr Mamorotus Sadiyah tak menampik.
Ia menerangkan, pasien bernama B itu warga Madiun yang masuk ke RSUD Jombang sejak (11/3) lalu.
”Jadi keluhannya adalah retensi urine atau tidak bisa kencing.
Kita sudah berikan perawatan dan tindakan, dan rencananya besok (hari ini) operasi,’’ ujar dia.
Sejak menjalani perawatan di rumah sakit, korban mengaku sendirian.
Saudaranya hanya datang dan mengantarkan. Selama dirawat, tidak ada keluarga atau sanak famili yang menunggu.
Meski begitu, kondisi pasien stabil dan bisa beraktifitas normal.
”Dari pengakuan keluarga, beliau mungkin tekanan psikologi, jadi ada insiden tadi,’’ jelasnya.
Pasien tersebut menyampaikan ingin keluar untuk menghirup udara segar di sekitar ruang terbuka hijau.
Karena kondisinya stabil, si pasien diijinkan keluar.
”Sehingga petugas kami, berusaha membujuk untuk kembali ke ruangan,’’ jelas dia.
Soal keluhan biaya operasi, dr Eyik menegaskan bila RSUD Jombang tidak pernah menunda tindakan operasi karena urusan biaya.
Sejak hari pertama sudah dikoordinasikan dengan Pemdes, Dinkes dan Dinsos agar bisa dibantu melalui program pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (Biakes Maskin) provinsi.
”Karena pasien B orang Madiun, jadi dapat dicover lewat biakes maskin provinsi.
Namun pada intinya soal biaya tidak ada kendala. Jadi kalau pasien B berkata demikian, itu asumsinya saja merasa keberatan,’’ tandasnya.
Atas kejadian itu pihaknya telah berkoordinasi dengan sanak famili yang berada di Mojoagung dan juga Pemerintah Desa Dukuhmojo.
”Kita sudah bertemu dengan keponakan. Insya Allah hari ini klir,’’ pungkas dia. (ang/bin/ang)












